BMKG Prakirakan Curah Hujan di Yogyakarta Alami Penurunan

191
Citra Satelit BMKG

YOGYAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta memprakirakan adanya tren penurunan curah hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta selama 2 hingga 3 hari ke depan.

“Hal ini terjadi karena berkurangnya pembentukan awan-awan hujan di Yogyakarta,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Djoko Budiyono di Yogyakarta, Rabu (13/2/2019).

Menurut Djoko, di wilayah selatan Jawa saat ini sedang muncul gangguan cuaca berupa tekanan tinggi (high pressure) yang mengakibatkan terjadinya pola “angin netral” di sebagian Jawa.

Pola angin netral itulah yang selanjutnya berdampak pada penurunan pembentukan awan-awan hujan di Yogyakarta sehingga potensi munculnya hujan hanya kategori ringan saja.

“Namun demikian kondisi ini hanya berlangsung tidak lama 2-3 hari saja. Setelah tekanan tinggi itu punah, maka hujan akan kembali berpotensi muncul di beberapa tempat,” kata dia.

Selama Februari, menurut Djoko, potensi hujan sedang mencapai 20-50 milimeter (mm) per hari hingga lebat di atas 50 mm per hari masih berpeluang muncul di Yogyakarta mengingat faktor dinamika atmosfer dan laut masih mendukung bagi pertumbuhan awan hujan.

Sementara itu, untuk tinggi gelombang di pesisir selatan Yogyakarta saat ini antara 1,5 hingga 2,0 meter.

“Untuk itu kami harapkan kewaspadaan masyarakat terutama menghadapi bencana hidrometeorologi seperti bahaya banjir, tanah longsor, angin kencang, dan petir yang masih berpeluang muncul di wilayah Yogyakarta,” kata Djoko. [Ant]

Lihat juga...