BPBD Agam Dorong Sekolah Bentuk KSBS

231
Ilustrasi banjir bandang-Foto: Dokumentasi CDN.

LUBUKBASUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mendorong seluruh sekolah yang berada di daerah rawan bencana alam untuk membentuk Kelompok Siaga Bencana Sekolah (KSBS).

“Ini dalam rangka mengurangi risiko bencana alam berupa banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, dan erupsi Gunung Marapi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Agam Yunaidi S. di Lubukbasung, Selasa (19/2/2019).

Dengan keberadaan KSBS itu, diharapkan mitigasi bencana bisa disampaikan secara terstruktur berupa pelatihan dalam menghadapi bencana, pertolongan terhadap korban dan lainnya, hal ini mengingat Agam rentan bencana alam.

“Bencana itu datang dengan tiba-tiba, tidak tahu kita kapan datangnya. Karena itu kesiapan diri itu lebih penting dengan persentase sebesar 34,9 persen, kesiapan keluarga 31 persen, selebihnya dibantu oleh kesiapan orang lain, orang lewat, dan tim SAR,” katanya.

Ia mengakui baru ada empat sekolah yang memiliki KSBS di daerah itu. Namun, Kelompok Siaga Bencana Nagari atau desa adat 49 kelompok dan Forum Pengurangan Resiko Bencana dua kelompok.

Pihaknya berusaha seoptimal mungkin mendorong seluruh sekolah, nagari, dan lainnya memiliki kelompok siaga bencana.

“Dengan cara itu kita menargetkan seluruh sekolah, nagari, dan lainnya memiliki forum siaga bencana pada 2021,” katanya.

Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Mutiara, Nasril, mengatakan pihaknya bakal membentuk KSBS dalam waktu dekat, mengingat sekolah itu berdekatan dengan pantai yang berisiko gempa bumi dan tsunami.

Selama ini, BPBD setempat telah memberikan pengetahuan, simulasi gempa bumi, dan tsunami.

“Banyak manfaat dan pengetahuan yang diserap dari narasumber. Semoga apa yang diberikan dapat menjadi pengetahuan dan bisa disebarluaskan di tempat tinggal,” katanya. [Ant]

Lihat juga...