Buah Naga, Si Merah Pembawa Hoki

Editor: Mahadeva

453
Calon buah yang berasal dari bunga yang sudah layu - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Salah satu buah yang menjadi bagian dari acara Festival Tanaman Hoki yang digelar Taman Buah Mekarsari di Mall Artha Gading adalah Buah Naga. Buah naga dipercaya membawa keberuntungan atau hoki oleh masyarakat Tionghoa.

Buah tersebut, memiliki kulit bersisik mirip kepala naga. Dan batang tanamannya seolah-olah ekor naga yang penuh dengan duri.  Selain itu, buah yang termasuk dalam Genus Hylocereus tersebut bermanfaat untuk kesehatan. Kandungan vitamin B1, B2, B3, C, zat besi dan potasium, terbukti mampu menjaga daya tahan dan metabolisme tubuh.

Staf Agro Pembudidayaan Tanaman dan Buah Taman Buah Mekarsari, Didi Suhendi, menyebut, tanaman tersebut memang pembawa hoki, terutama membawa hoki bagi penanamnya. “Hokinya ya, karena tanaman ini gampang sekali perawatannya. Hampir tidak memiliki hama sama sekali. Coba lihat, dia tidak memiliki daun, artinya kita tidak akan menghadapi masalah dengan ulat daun,” kata Didi, Rabu (6/2/2019).

Pembibitan tanaman tersebut juga sangat mudah. Didi menyebut, untuk pembibitan buah naga, hanya perlu menggunakan sulur yang sudah pernah berbuah. “Sulur yang sudah pernah berbuah, kita potong dengan panjang sekitar 25 hingga 30 sentimeter. Lalu kita tanam pada media tanam. Bisa berupa campuran pupuk kandang, tanah dan sekam,” ucap Didi.

Calon buah yang berasal dari bunga yang sudah layu – Foto Ranny Supusepa

Dalam jangka waktu satu bulan, sulur tersebut sudah akan tumbuh akar, dan mulai muncul tunas baru. “Nanti banyak cabang yang tumbuh. Kita pilih dua saja yang mengarah ke atas. Yang lainnya kita pangkas,” urai Didi lebih lanjut.

Tindakan pemangkasan dan pemilihan bibit yang bagus, dipastikan akan tumbuh dalam waktu tujuh bulan setelah tanam, dan akan mulai belajar berbuah. “Kalau pertama berbuah, biasanya hanya lima sampai enam buah saja. Tapi yang selanjutnya, di satu cabang bisa tumbuh beberapa buah, dan setiap kali berbuah akan semakin banyak,” papar Didi.

Buah naga berasal dari bunga tanaman buah naga, yang sudah layu. “Bunganya bagus berwarna putih dengan semburat kuning pada kelopaknya dan ada bercak merah di ujung kelopak. Bunganya hanya mekar di malam hari dan hanya satu malam saja. Jarak dari mekar bunga hingga menjadi tanaman matang itu butuh waktu sekitar satu bulan,” jelasnya.

Tanaman buah naga akan memiliki buah bagus, jika bertemu dengan cuaca yang panas. “Tahun kemarin, cuaca panasnya bagus. Makanya, hasil tahun ini bagus. Banyak petani buah naga yang menerima hasil panen yang maksimal tahun ini,” kata Didi.

Walaupun tanaman buah naga tidak memiliki kendala berarti dalam perawatan, di Taman Buah Mekarsari, tahun kemarin tanaman tersebut sedikit terkendala. “Tahun kemarin itu, di sulur-sulurnya muncul bercak-bercak. Menurut peneliti, itu akibat bakteri. Tapi tahun ini tidak ditemukan sama sekali,” ungkap Didi.

Gangguan lain adalah, bekicot yang suka memakan sulur buah naga. Walau tidak mengganggu tumbuh kembang tanamannya, bekas gigitan bekicot mengurangi keindahan tampilan sulur tanaman buah naga.

Lihat juga...