hut

Budi Daya Ikan Hias, Tambah Penghasilan

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Berawal dari hobi, Yakup sukses mengembangkan budi daya ikan hias dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Setiap tiga bulan sekali, ia mendapat penghasilan jutaan rupiah dari hobi tersebut.

Yakup bekerja di salah satu perusahaan alat berat, dan memiliki pekarangan rumah yang tidak seberapa luas di Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang dibangunnya menjadi beberapa petak kolam khusus untuk budi daya aneka jenis ikan hias.

“Ikan hias masih diminati di pasaran Bekasi. Baik untuk pasaran lokal maupun ekspor,” kata Yakup, ke Cendana News, Senin (11/2/2019).

Menurutnya, dengan kolam ukuran satu meter kali tiga meter, bisa menampung sekira 500 ekor ikan hias jenis oskar. Dalam perawatan tidak terlalu makan biaya besar, dan cukup mudah, bahkan bisa ditinggal bekerja.

Selain ikan hias jenis Oskar, Yakup juga mengembangkan ikan jenis manfish, yang biasa disebut ikan layang. Ikan jenis ini lebih tahan hidup dengan kondisi apa pun dan harganya stabil. Tetapi untuk dikembangbiakan sedikit ribet, karena memerlukan tempat khusus untuk bertelur dengan cara pemisahan.

“Rata-rata, ikan hias tiga bulan sudah bisa dipanen. Harganya relatif bertahan, per ekor bisa sampai Rp4.000,”jelasnya.

Untuk jenis ikan oskar bisa mencapai Rp5.000 per ekor. Tetapi ikan jenis tersebut sedikit rakus. Beda dengan ikan hias jenis gapi, yang memiliki ukuran relatif kecil dan warna-warni, serta makannya pun sedikit.

Untuk bibit ikan, Yakup ia biasa membeli dengan harga mulai dari Rp500-800 per ekor. Modal untuk 500 ekor ikan hias mencapai Rp500 ribu. Tiga bulan kemudian bisa dijual dengan harga Rp4.000-5.000 ke pengepul.

“Biasanya sudah ada pengepul yang ambil ke rumah. Dan itu pun dia yang menjual bibit awalnya. Namanya, Pak Zainal. Dia penyedia bibit dan  sudah banyak yang dibinanya,” paparnya.

Untuk pakan ikan, imbuhnya, cukup mudah didapat. Seperti ikan kecil yang didapat dari cerokan di rawa atau aliran sungai. Bisa juga dengan diberi pelet.

“Untuk pakan gampang dan tidak terlalu besar. Apalagi, kalau sudah coba melakukan budi daya pasti akan tahu sendiri caranya. Pokoknya ini cukup menjanjikan  Untuk nambah penghasilan,” pungkasnya.

Lihat juga...