Bulog Pastikan Stok Beras di Kaltimra Aman

Editor: Mahadeva

293

BALIKPAPAN – Bulog Divisi Regional Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra) memastikan, terus menjaga kestabilan harga dan kelancaran pasokan pangan hingga empat bulan kedepan. Kebijakan tersebut, menjadi bagian dari program pemerintah menjaga Ketersediaan Stabilitas Harga Pangan.

Sesuai arahan Menteri Perdagangan RI, bulog diminta untuk menjaga kelancaran pasokan bahan makanan, dan menjaga stabilitas harga jual di pasar. Khususnya pada saat Ramadan dan lebaran. “Intinya kita lakukan kegiatan stabilisasi sampai pada bulan Mei. Itu perintah langsung dari Menteri perdagangan,” kata Kepala Bulog Divre Kaltimra, Arwakhudin Widiarso, Jumat (22/2/2019).

Widiarso memastikan, pasokan beras untuk wilayah Kalimantan Timur dan Utara aman. Hal itu mengingat pasokan beras masih terus berjalan dan sebagian dalam pengiriman. “Pasokan beras pada gudang Bulog Kaltimra saat ini berjumlah 14.000 ton. Saat ini sebanyak 4.000 ton beras dari Surabaya dalam proses pengiriman. Sehingga total stok beras di Bulog Drive Kaltimra dipastikan mencukupi kebutuhan tiga bulan ke depan,” paparnya.

Sedangkan untuk menjaga kestabilan harga beras, setiap harinya Bulog menggelontorkan 10 hingga 15 ton beras ke pasar. “Rata-rata kita untuk pasar di Balikpapan 10 sampai 15 ton per hari. Itu yang digelontorkan setiap hari,” tandasnya.

Bulog juga menyediakan beras kualitas medium dan premium. Beras tersebut, berasal dari Mamuju, Sulawesi Barat. Sehingga pasar medium dan premium juga disasar, untuk menjaga kestabilan harga. Beras kualitas medium Bulog dibandrol ke pedagang diharga Rp 8600 per- kilogram (Kg). Sedangkan beras kualitas premium dijual dengan harga Rp11.000 per-Kg.

“Tidak hanya beras medium dan premium, kami juga sediakan gula pasir, yang kini tersedia 3.500 ton. Sementara pasokan minyak goreng di Bulog masih tersedia sebanyak lima ton. Termasuk daging beku yang pasokannya juga dipastikan memenuhi permintaan pasar hingga lebaran,” imbuhnya.

Sementara itu, pantauan Satgas Pangan Kaltim disebutkan, harga telur di pasar tradisional relatif stabil, yakni perpiring Rp43 ribu atau perbutir ukuran kecil dihargai Rp1.500, sedangkan ukuran besar Rp47 ribu atau Rp1.700 perbutir. Selain harga telur, juga terpantau harga kebutuhan pokok lain seperti beras, cabai, minyak goreng, gula, yang semuanya disebut-sebut masih stabil.

Lihat juga...