hut

Bumdes Selinsing: Budi Daya Lele Teknologi Bioflok Lebih Efektif

Kolamsistem bioflok, ilustrasi -Dok: CDN

SELINSING — Bumdes Selinsing Kabupaten Belitung Timur mengembangkan budi daya lele dengan teknologi sistem bioflok, karena lebih menguntungkan dan meningkat kesejahteraan petani di daerah itu.

“Hasil uji coba budi daya lele sistem bioflok sukses dengan produksi 1,5 ton per kolam,” kata Ketua Bumdes Selinsing Muhammad Rais di Selinsing, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (13/2/2019).

Ia mengatakan budi daya lele sistem bioflok ini lebih efektif dan efisien dengan masa panen yang lebih cepat, sehingga dapat meningkatkan animo masyarakat mengembangkan budi daya air tawar di daerah ini.

Pada uji coba pembesaran lele dengan teknologi bioflok, satu kolam berisikan 1.000 bibit lele selama 50 hari menghasilkan 1,5 ton lele.

“Kami bersama kelompok masyarakat beralih membudidayakan ikan air tawar menggunakan sistem bioflok, karena lebih menguntungkan dibandingkan budi daya tradisional,” ujarnya.

Menurut dia, pengembangan budi daya ikan bioflok yang menguntungkan ini tentu akan meningkatkan pendapatan Bumdes dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

“Selama ini pendapatan Bumdes berasal dari penjualan cabai merah dan sayur mayur dan dengan adanya budi daya lele bioflok ini tentu akan menambah pemasukan kas usaha desa ini,” katanya.

Selain itu budi daya bioflog ini juga dapat mengurangi ketergantungan pasokan lele dari luar daerah yang tinggi untuk memenuhi permintaan pasar.

“Saat ini pedagang masih mengandalkan pasokan lele dari luar daerah, karena hasil lele petani lokal masih kurang memadai untuk memenuhi permintaan warung pecel lele, rumah makan, dan ibu rumah tangga yang tinggi,” ujarnya. [Ant]

Lihat juga...