Cegah DBD, Pekayon Jaya Lakukan Gertak PSN 

Editor: Mahadeva

368

BEKASI – Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan menggalakkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hal tersebut untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut.

Program yang dijalankan bernama Gerakan Serentak (Gertak) PSN. Kegiatannya menggandeng Puskesmas, dengan melakukan sosialisasi secara rutin disetiap RW yang ada di Kelurahan Pekayon Jaya. “Ini adalah giat sosialisasi Gertak PSN, dilaksanakan serentak bersama Puskesmas Pekayonjaya. Gertak PSN adalah intruksi Walikota Bekasi,” kata Deddy Iskandar, Kasie Kesos Kelurahan Pekayon Jaya, kepada Cendana News, Selasa (12/2/2019).

Sosialisasi, bertujuan memberi pemahaman cara melakukan PSN. Sekaligus menunjuk perwakilan masing-masing lingkungan, untuk dijadikan Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Hal itu mengingat jumlah keluarga di Kelurahan Pekayonjaya mencapai 1700 Kepala Keluarga (KK). Sehingga tidak mungkin sosialisasi dilakukan ke semua warga. “Dengan menunjuk satu Jumantik, di beberapa RW dan RT, mereka akan menyosialisasikan ke warga, tatacara pemberantasan sarang nyamuk,” tambah Deddy.

Kepala Puskesmas Pekayonjaya, Bekasi Selatan, bersama Kasi Kesos Kelurahan mendatangi warga melakukan sosialisasi Gertak PSN gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk. Giat tersebut terus dilakukan selama musim penghujan – Foto M Amin

Kepala Puskemas Pekayonjaya, dr. Agung Insani Firdaus, menyebut, gertak PSN rutin dilaksanakan setiap minggu selama musim penghujan. Menurutnya, musim hujan memiliki potensi besar munculnya DBD. Dalam sosialisasi, Puskesmas Pekayonjaya memberi penyuluhan mengenai apa itu sarang nyamuk, dan bahaya fogging, jika dilakukan tanpa izin dari rumah sakit. Dalam sosialisasi, lebih menekankan upaya pemberantasan dengan cara menutup tempat endapan air, terutama yang berada di dalam rumah. Salah satu contohnya adalah, endapan air di belakang kulkas, yang sangat berpotensi menjadi sarang nyamuk aedes aegypti.

Nyamuk aedes aegypti, tidak menyukai air kotor. Mereka bersarang di air bersih seperti tempat botol galon, atau bahan lainnya yang menampung air hujan. Nyamuk aedes aegypti tidak mungkin bersarang dia air yang langsung bersentuhan dengan tanah. “Kita tidak melarang fogging, asalkan penyemprotan dengan bahan tepat, menggunakan kimia aedes aegypti, pemberantasan fogging,” paparnya.

Sebelum dilakukan pengasapan, rumah sakit akan mengidentifikasi bersama Puskesmas ke wilayah. Setelah dipastikan ada potensi sarang nyamuk, baru dilakukan fogging. Pengasapan, tidak bisa dilakukan sendiri tanpa izin. “Karena ada bahan kimia, yang memiliki efek samping bagi penderita penyakit tertentu. Bahan mencapurnya solar. Artinya ada bahan kimia mengandung racun atau toksin,” pungkasnya.

Lihat juga...