hut

Cegah Penyebaran DBD Puskesmas Penengahan Lakukan Pengasapan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kecamatan Penengahan, kabupaten Lampung Selatan mulai muncul saat musim penghujan tiba. Upaya menekan telah dilakukan, salah satunya dengan pengasapan.

Penengahan
Saiful Anwar, Kepala UPT Puskesmas rawat inap Penengahan Lampung Selatan. Foto: Henk Widi

Kepala unit pelaksana tekhnis daerah (UPTD) Kesehatan Puskesmas rawat inap Penengahan, Saiful Anwar menyebutkan, ada sebanyak 16 kasus DBD, sebagian masih suspect atau dugaan.

Langkah yang dilakukan oleh Puskesmas Penengahan di antaranya menggandeng sejumlah pihak seperti petugas juru pemantau jentik (jumantik).  Di 22 desa, masing masing disiagakan sebanyak dua petugas untuk mengajak warga terus menggalakkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Selain itu petugas jumantik juga melakukan sosialisasi, termasuk memotivasi keluarga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk berdarah dengue (PSN DBD). Pemberian bubuk abate pada penampungan air yang tidak bisa dikuras juga dilakukan.

“Petugas juga telah melakukan langkah pengasapan atau fogging di desa Kekiling yang ditemukan warga suspect DBD agar tidak terjadi penyebaran nyamuk pembawa penyakit demam berdarah dengue,” terang Saiful Anwar, KUPT Puskesmas rawat inap Penengahan saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (1/2/2019).

Pemberantasan sarang nyamuk dengan pengasapan diakuinya merupakan langkah untuk menekan perkembangan nyamuk dewasa Aedes aegypti. Selain itu petugas dan masyarakat pelaksanaan angka bebas jentik (ABJ) bisa dilakukan.

Leni Mayasari, petugas pengelola program DBD Puskesmas Penengahan menyebutkan, desa yang masuk zona merah di antaranya Kekiling, Pasuruan dan Kelaten dengan adanya sungai, sawah, kolam ikan.

Disebutkan juga, membantu petugas jumantik, juga dibentuk tim gerak cepat (TGC) saat ada kasus atau temuan dugaan (Suspect) penyakit DBD di desa. Selama ini masyarakat masih awam terkait penyakit DBD, dengan adanya suspect sudah meminta dilakukan pengasapan. Padahal pengasapan hanya menjadi salah satu solusi membunuh nyamuk dewasa.

“Kita melakukan beberapa proses di antaranya penyelidikan epidemilogi baru melakukan tindakan lanjutan termasuk pengasapan . Yang terpenting dilakukan pencegahan nyamuk bertelur dengan meminimalisir genangan air,” papar Leni Mayasari.

Leni Mayasari juga menyebut berkoordinasi dengan sejumlah pihak hingga ke tingkat desa. Bagi masyarakat serta aparat desa yang terindikasi terkena penyakit DBD agar dilaporkan ke petugas untuk dilakukan langkah penanganan lanjutan.

Ia juga berharap masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan genangan air diantaranya selokan dan kolam. Pemeliharaan ikan untuk memakan jentik nyamuk juga dianjurkan mencegah perkembangan nyamuk penyebab DBD.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!