Dalam Semalam, Tagana Lakukan OTT di Empat Lokasi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

322

BANYUMAS — Laporan keberadaan sarang tawon yang mengganggu bahkan membahayakan masyarakat masih marak. Sehingga dalam waktu satu malam, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas harus melakukan operasi tangkap tawon (OTT) pada empat lokasi.

OTT
Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Ady Chandra. (FOTO :Hermiana E.Effendi)

ʺOTT semalam berlangsung di empat lokasi dan baru selesai pada pukul 24.00 WIB. Keberadaan sarang tawon ada yang di pohon, di atap rumah warga dan di kebun kosong. Beberapa warga sudah ada yang tersengat,ʺ kata Komandan Tagana Banyumas, Ady Chandra, Kamis (7/2/2019).

OTT pertama dilakukan di tengah pekarangan milik Siswadi, warga Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Sarang tawon tersebut berada di pohon durian dengan ketinggian sekitar tujuh meter. Anggota Tagana dengan dibantu anggota Pramuka Pedui Kwarcab Banyumas harus menyambung dua tangga untuk mencapai sarang lebah.

ʺOTT pertama ini berlangsung cepat, anggota Tagana langsung memasukkan sarang tawon ke dalam karung. Hanya proses menyambung tangga yang perlu lebih banyak waktu, karena posisi sarang lebah tinggi,ʺ terangnya.

Sarang lebah yang dieksekusi tersebut, dihuni tawon jenis baluh dan sudah menyengat beberapa anak yang bermain di sekitar lokasi.

Setelah itu, tim OTT melanjutkan ke rumah Sobikhin, warga Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas yang berjarak sekitar 20 kilometer dari lokasi OTT pertama. Di rumah Sobikhin ini ada sarang lebah di atap rumah dan merupakan jenis engang.

Mengingat sarang lebah cukup besar, maka tidak bisa langsung dimasukkan ke dalam karung. Tim OTT terlebih dahulu harus menutup lubang-lubang pada sarang yang menjadi jalan keluar-masuk. Lubang tersebut ditutup dengan kapas yang sudah disiram dengan BBM premium terlebih dahulu. Setelah memastikan semua lubang tertutup, baru sarang dieksekusi.

OTT ke tiga berlangsung di lahan milik PMI Kabupaten Banyumas, tepatnya di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang. Sarang lebah terletak di lahan yang sering dilalui oleh masyarakat yang akan beraktifitas di kebun sekitar. Sarang lebah jenis Engang terletak di tanah menempel di alang-alang atau rumput, sehingga petugas langsung menyiram sarang tersebut dengan BBM dan dibakar.

ʺDalam OTT di lokasi ke tiga ini, ketua RT setempat yang ikut mendampingi Tagana, tersengat lebah pada tangan kirinya, karena saat dibakar ada lebah yang langsung terbang dan menyengat,ʺ jelas Ady Chandra.

OTT terakhir dilaksanakan di rumah Sudir, warga Desa Banteran, Kecamatan Sumbang. Sarang lebah jenis engang ini berada di bawah atap rumah.

Baca Juga
Lihat juga...