hut

Danrem: Mutasi Dandim Tidak Terkait Pemilu

Editor: Mahadeva

BANYUMAS – Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Kav Dani Wardhana, menegaskan, mutasi dua Komamdan Kodim (Dandim) serta Kasie log Korem, tidak berhubungan dengan pemilu. Mutasi, merupakan kegiatan yang biasa dilakukan dalam organisasi militer. Kegiatannya berdasarkan kebutuhan, pembinaan satuan serta jenjang karir.

ʺMutasi ini murni kebutuhan organisasi, tidak ada hubungannya dengan pilpres maupun pemilu legislatif, hanya saja waktunya dilakukan bertepatan menjelang pemilu. Namun, semua semata demi kepentingan organisasi,ʺ kata Danrem usai memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dandim Banyumas dan Dandim Pekalongan, serta Kasie log Korem 071/Wijayakusuma, Selasa (12/2/2019).

Danrem menyebut, mutasi merupakan bagian dari upaya mengembangkan kemampuan personel. Terutama dalam dimensi kepemempinan manajerial, dan profesionalisme keprajuritan. Dari mutasi yang dilakukan, diharap dapat memacu semangat dan kreativitas, serta melahirkan ide dan pemikiran baru untuk kesatuan.

Menurutnya, prajurit harus selalu siap untuk ditugaskan dimanapun. Sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Pada saat menerima SK baru, mereka sudah langsung melakukan orientasi wilayah. Sehingga saat mulai bertugas di tempat baru, sudah paham kewilayahan. Dandim 0701/Banyumas, Letkol Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan, digantikan oleh Letkol Inf. Chandra. Damdim 0710/Pekalongan, Letkol Inf. Muhammad Ridha, digantikan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto.

Kepada dandim baru, Danrem berpesan, bahwa wilayah mempunyai tugas penting terkait potensi pertahanan. Kodim Banyumas merupakan wilayah yang sangat strategis, karena merupakan jalur penghubung dengan Jawa Barat, pantura maupun jaur selatan. Banyak terdapat perguruan tinggi, dan dipenuhi dengan mahasiswa dari berbagai daerah. Sehingga, kondisi dan dinamika masyarakat Banyumas cenderung kritis menanggapi permasalahan, baik daerah maupun nasional.

Sementara untuk Kodim Pekalongan, wilayahnya dikenal sebagai kota santri yang religius. Ada 44 pondok pesantren, dengan jumlah santri hingga 4.706 orang. Menjelang pelaksanaan pemilu, Pekalongan banyak dikunjungi para calon anggota legislatif ataupun capres-cawapres untuk mendekati tokoh ulama.

ʺKodim dituntut untuk mampu menjaga kondusifitas wilayah masing-masing. Dandim baru harus mampu membangun dialog dan berinteraksi dengan semua elemen masyarakat, membina hubungan yang harmonis dan sinergi dalam menyelesaikan segala permasalahan di wilayah,ʺ pesan Danrem.

Lihat juga...