Dekranasda Dorong Kerajinan Lokal Punya Jati Diri Budaya Bali

Editor: Satmoko Budi Santoso

248

BULELENG – Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Tjok Putri Haryani Ardhana Sukawati, ingin para perajin turut melestarikan dan mewariskan identitas budaya Bali dalam tiap produk.

Haryani menambahkan, Dekranasda serta pemerintah provinsi akan secara konsisten memberikan pembinaan dan usaha pengembangan bagi perajin lokal, guna meningkatkan daya saing.

“Produk yang punya jati diri budaya Bali dapat meningkatkan nilai lewat brand Bali itu sendiri. Untuk itu, kami ingin mendengarkan pula kendala-kendala saudara sekalian di lapangan. Kami juga ingin terus memotivasi para perajin lokal agar berani memasarkan produk. Tentu dengan harapan akan bisa dilirik buyer dalam maupun luar negeri,” tuturnya di hadapan belasan perwakilan perajin dalam kunjungan sekaligus pembinaan Dekranasda Provinsi Bali di Ruang Rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Buleleng, Kamis (21/2/2019).

Haryani juga mengharapkan, peran positif usaha kerajinan bagi perekonomian masyarakat setempat sehingga menaikkan derajat ekonomi.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng, Ny. Aries Suradnyana, memberikan apresiasi atas kehadiran Dekranasda Provinsi sebagai langkah nyata pembinaan dan pengembangan potensi perajin lokal di kabupaten Buleleng.

“Buleleng punya daerah yang luas dan potensi kerajinan yang sangat banyak. Pembinaan dari Dekranasda Bali tentunya dapat memberi inovasi-inovasi baru bagi perajin untuk berkembang lebih baik lagi,” kata Aries Suradnyana.

Aries juga memaparkan, beberapa kerajinan dari Buleleng seperti songket dan endek khas Jinengdalem, lukisan kaca asal Nagasepaha, kerajinan alumunium asal Menyali dan beberapa lainnya.

“Semuanya punya nilai dan ciri khas yang berbeda dari daerah lain,” cetusnya.

Di kesempatan yang sama, beberapa perajin yang berdialog langsung dengan tim Dekranasda Bali mengaku, menemui beberapa kendala yakni ketersediaan bahan baku. Seperti perajin endek asal Jinengdalem, Jayadi, serta perajin Dupa Putu Wahyu yang harus mencari bahan baku ke luar daerah.

“Selain itu kami perajin dupa juga menghadapi persaingan dengan produk dupa asal luar Bali yang membuat persaingan harga cukup sengit. Mungkin perlu ada regulasi khusus untuk itu,” kata Putu Wahyu.

Lihat juga...