Deteksi Dini Penyakit, Dinkes NTB Maksimalkan Peran Posyandu

Editor: Mahadeva

250

MATARAM – Keberadaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Nusa Tenggara Barat dimaksimalkan untuk keperluan deteksi dini penyakit ibu dan anak.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi/foto : Turmuzi

Berbagai penyakit yang bisa dideteksi di Posyandu tersebut diantaranya, gizi buruk dab stunting. “Posyandu di setiap desa dan kelurahan, merupakan ujung tombak melakukan deteksi dini berbagai penyakit ibu dan anak, untuk keberadaannya perlu lebih dimaksimalkan lagi,” kata Kepala Dinkes NTB, Nurhandini Eka Dewi, Jum’at (22/2/2019).

Upaya memaksimalkan peran Posyandu, dilakukan dengan revitalisasi keberadaan Posyandu, baik menyangkut sarana prasarana maupun Sumber Daya Manusia (SDM) kader Posyandu. Di tahap awal, Pemprov NTB telah menetapkan 100 desa termiskin, menjadi prioritas program revitalisasi. Setelahnya, kegiatan baru diarahkan ke desa lain.

“Pemda kabupaten kota, juga diajak bersinergi melakukan revitalisasi tersebut. Harapannya, upaya deteksi dini seperti masalah gizi buruk, stunting maupun penyakit lain, pada ibu dan anak bisa dicegah dan dikurangi,” jelasnya.

Dari catatannya, 50 persen Posyandu yang ada saat ini, merupakan Posyandu berstatus Pratama dan Madya. Sementara sisanya, Posyandu Purna dan mandiri. “Kader Posyandu nantinya akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan SDM, setelah itu akan ada sertifikat untuk kader. Sekarang ini, kita sedang mendata berapa kader yang sudah melakukan pelatihan,” jelas Eka.

Sertifikat diberikan, sebagai bukti kader Posyandu telah memiliki kemampuan baik. Dalam proses revitalisasi, Pemprov NTB, juga melakukan perencanaan pendanaan. Akan dilakukan pemilahan, mana Posyandu yang didanai Dana Desa, Kabupaten atau Provinsi. Dinkes NTB, juga memprogramkan posyandu keluarga. Yaitu, menggabungkan posyandu lansia dan anak, sehingga pelayanannya akan lebih efektif. Selain anak dan ibu, lansia juga bisa dilayani dalam satu kali pelayanan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyebut, dengan revitalisasi, SDM kader Posyandu akan lebih baik. Sehingga pelayanan Posyandu bisa lebih maksimal untuk membantu program pemerintah.

Lihat juga...