Diduga Ilegal, Sebelas WNA Asal Afrika Diamankan Imigrasi Bekasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

345

BEKASI—Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi, mengamankan sebelas Warga Negara Asing (WNA) asal Afrika . Mereka diamankan oleh tim Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) di Apartemen, Centrepoint Kota Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (12/2/2019)  pukul 23.30 WIB malam.

Turut diamankan dalam penangkapan tersebut berupa barang bukti seperi dua unit Laptop, beberapa unit handphone, sim card berbagai jenis, beberapa unit modem internet dan flashdisk.

“Kesebelas warga terdiri dari 10 warga Negara Nigeria dan satu orang asal negara Ghana. Mereka diamankan karena diduga kuat melanggar UU No.6 tahun 2011 tentang keimigrasian,” kata Petrus Teguh Aprianto, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II No TPI Bekasi, Rabu (13/2/2019).

Petrus Teguh Aprianto, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi – Foto: Muhammad Amin

Menurut Petrus, pengamanan terhadap WNA tersebut, berdasarkan informasi dari masyarakat akan adanya pergerakan WNA di apartemen Centerpoint Kota Bekasi.

Berdasarkan informasi itu, petugas bersama tim pengawasan orang asing (Timpora) Kota Bekasi, dibantu Badan Intelijen Strategis (Bais) mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan.

Dalam pengamanan yang dilaksanakan, kesebelas WNA tersebut dilakukan penahanan untuk dilakukan pendalaman. Saat dilakukan penggeledahan, hanya empat WNA yang memiliki dokumen keimigrasian. Tujuh WNA lainnya, belum diketahui dokumennya, karena belum ditemukan.

“Dari empat dokumen WNA tersebut, diketahui bahwa izin tinggalnya sudah melebihi batas yang ditentukan (over stay). Sedangkan tujuh lainnya belum dapat menunjukkan dokumen yang dimiliki sehingga dari unsur awal itu, Imigrasi melakukan penahanan,” tegas Petrus.

Melalui interogasi yang dilakukan tim, diketahui semua WNA asal Afrika tersebut masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta. Mereka menempati Apartemen Centrepoint baru beberapa minggu. Sebelumnya, mereka juga pernah tinggal di wilayah Jakarta sebelum ke Kota Bekasi.

Saat dilakukan pengamanan mereka menempati beberapa kamar di apartemen dengan kapasitas satu kamar ada yang dua orang, tiga orang atau empat orang. Tetapi belum dapat dipastikan apakah keberadaannya berkelompok atau tidak.

Dari barang bukti yang ikut disita oleh Imigrasi, patus diduga kesebelas WNA asal Afrika tersebut, kemungkinan besar menjalankan aksi cyber crime atau penipuan melalui online. Tetapi hal tersebut baru dugaan, melihat dari beberapa alat bukti seperti hanphone, laptop, dan sim card yang ikut disita.

Atas temuan tersebut, Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi akan melakukan pendalaman, jika terbukti melakukan pelanggaran peraturan yang berlaku, akan ditindaklanjuti proses penyelidikan. Jika terdapat cukup bukti bisa juga dilakukan deportasi.

Petrus berharap, peran aktif masyarakat Bekasi dalam menyampaikan informasi terkait keberadaan Warga Negara Asing kepada pihak Imigrasi agar lebih ditingkatkan lagi.

Lihat juga...