Dinkes: DBD di Sumba Timur Merenggut 11 Nyawa

258
Pemberantasan sarang nyamuk, fogging, ilustrasi -Dok: CDN

KUPANG — Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, berupaya mengatasi bertambahnya jumlah kasus deman berdarah dengue (DBD) yang saat ini telah merenggut 11 nyawa.

“Jumlah kasus DBD hingga 21 Februari tercatat 4.192 kasus dengan 11 di antaranya meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Chrisnawan Try Haryantana, Jumat (22/2/2019).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan perkembangan kasus deman berdarah dengue, yang menyerang penduduk di wilayah itu sejak awal Januari 2019.

Menurut dia, dari 4.192 kasus DBD, 313 di antaranya memiliki gejala yang mengarah pada penyakit tertentu (suspek).

“Kalau posisi kasus DBD hari ini, 22 Februari 2019 tercatat ada 9 kasus, sementara suspek 5,” katanya menambahkan.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominggus Mere mengatakan, pihaknya segera mengirim petugas ke Sumba Timur untuk membantu penanganan DBD di wilayah itu.

“Pemerintah NTT akan mengirim petugas. Peralatan fogging juga masih tersedia, sehingga akan dibawa sekaligus untuk membantu penanganan di lapangan,” kata Dominggus Mere.

Dia menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan DBD di seluruh wilayah NTT, termasuk wilayah paling Timur pulau Sumba itu.

“Dan Pemerintah NTT memandang perlu untuk memberikan bantuan tenaga, selain ke Sumba Timur untuk bersama menangani masalah ini,” kata mantan Sekda Ende itu.

Bupati Sumba Timur Gedeon Mbiliyora yang dihubungi terpisah mengatakan, penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah itu sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap).

Bahkan penanganan terhadap setiap pasien yang masuk ke rumah sakit dilakukan sangat intens oleh para petugas medis, kata Gedeon Mbiliyora.

Dia menambahkan, pemerintah telah mengambil langkah-langkah penanganan yakni dengan melakukan fogging ke pemukiman-pemukiman penduduk.

Selain itu, melalui pemerintah desa/kelurahan, pemerintah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, agar tidak memberikan ruang bagi nyamuk untuk berkembang.

Bupati juga mengimbau warga untuk segera membawa pasien ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan ataupun perawatan, jika ada gejala demam berdarah pada anak-anak maupun orang dewasa.

Penanganan lebih awal, kata dia, penting untuk menghindari jatuhnya korban jiwa lebih banyak. [Ant]

Lihat juga...