hut

Dinkes NTT: Korban Meninggal Akibat DBD Bertambah

Ilustrasi nyamuk Aedes Aegepty - Foto Istimewa/Dok CDN

KUPANG — Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di provinsi NTT bertambah menjadi 15 orang dari sebelumnya hanya berjumlah 13 orang.

“Jumlah korban yang meninggalsaat ini sudah bertambah menjadi 15 orang setelah dua korban meninggal dunia di kabupaten Sumba Timur,” kata Kepala Seksi Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi NTT Joyce Tibuludji di Kupang, Jumat (1/2/2019).

Hal ini disampaikannya berkaitan semakin meningkatnya kasus di NTT, bahkan NTT sendiri masuk dalam urutan tiga besar kasus DBD se Indonesia setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Joyce mengatakan bahwa hingga Jumat (1/2) jumlah penderita sudah mencapai 1.337 orang dan angka tersebut terus bertambah.

Ia menambahkan bahwa angka itu akan terus berubah karena dari 22 kabupaten kota di NTT baru sembilan kabupaten dan satu kota saja yang melaporkan dampak dari serangan yang diakibatkan oleh nyamuk aedes aegypty tersebut.

“Masih sisa 12 kabupaten yang belum melaporkan dampak dari DBD ini. Dan kalau ada pasti jumlahnya akan bertambah,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini setiap petugas kesehatan di setiap puskesmas, RS di sembilan kabupaten dan satu kota itu bekerja keras untuk merawat para korban.

Saat ini, ada tiga kabupaten Kota di NTT yang mendominasi. Yakni Manggarai Barat 321 kasus, Kota Kupang 245 kasus dan 156 kasus di Sumba Timur.

Untuk Sumba Timur sendiri dengan meninggalnya dua korban maka jumlahnya sudah mencapai empat orang. Saat ini kata dia juga sejumlah Puskesmas di NTT sudah membut posko siaga. Salah satunya di Kota Kupang yang kurang lebih 11 Puskesmas sudah menerapkan hal itu. [Ant]

Lihat juga...