DLH Pesisir Selatan Ajak Masyarakat Berperan Turunkan Emisi GRK

Editor: Satmoko Budi Santoso

313

PESISIR SELATAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tetap menjaga kelestarian lingkungan. Caranya ialah perlu ditanamkan kesadaran peduli lingkungan bagi semua masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pesisir Selatan, Jumsu Trisno, mengatakan, dengan adanya upaya tersebut secara tidak langsung telah mengajak masyarakat untuk mendukung program nasional dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Dikatakannya, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah agar pengurangan emisi GRK itu tercapai, saat ini adalah melalui penilaian program kampung iklim (ProKlim). Program tersebut, diperkirakan dapat berperan aktif mendukung penurunan emisi gas rumah kaca.

Ia juga menyebutkan, saat ini di daerah Pesisir Selatan telah memasuki tahun ketiga untuk ikut berperan aktif mendukung penurunan emisi gas rumah kaca melalui lomba ProKlim tersebut.

“Lomba Program Kampung Iklim ini bertujuan untuk menunjang penurunan emisi gas rumah kaca. Sebab melalui kegiatan ini, peningkatan pemahamam masyarakat terhadap perubahan dan dampak yang akan ditimbulkan dari perubahan iklim bisa tercapai,” katanya, Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap perubahan iklim ini, maka semua pihak akan terdorong untuk melaksanakan aksi yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat, disamping juga berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca tersebut.

Dijelaskannya bahwa nagari yang dijadikan sebagai sasaran penilaian, didorong untuk berperan aktif ikut menjaga kelestarian lingkungan dengan tetap melakukan usaha-usaha atau kegiatan ekonomi tanpa mengabaikan yang bisa berdampak terhadap perubahan iklim.

Dikatakannya bahwa Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meluncurkan program kampung iklim (ProKlim) sebagai salah satu upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada tahun 2020 nanti.

“Melalui target itu, pemerintah mengharapkan adanya 1.000 kampung iklim di Indonesia hingga 2020 mendatang,” ujarnya.

Untuk mendukung program itu, tahun 2019 ini, Pesisir Selatan juga menargetkan sepuluh kampung ikut pada penilaian ProKlim. Sepuluh kampung yang dipersiapkan mengikuti lomba proklim itu tersebar di lima nagari.

Di antaranya, sebanyak tiga kampung di Nagari Sako, tiga kampung di Nagari Limau Gadang, dua kampung di Nagari Sungai Gayo, satu kampung di Nagari Salido, dan satu kampung pula di Nagari Lakitan.

Ditambahkan lagi bahwa tujuan dari program itu adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman perubahan iklim, terutama untuk daerah di pesisir Indonesia.

Kampung iklim merupakan desa atau nagari model pengelolaan kawasan yang ramah lingkungan, yang mengembangkan konsep pengurangan risiko bencana akibat perubahan iklim. Melalui upaya adaptasi dan mitigasi serta dapat memenuhi kebutuhan harian warga, seperti pangan.

“Jika sebuah nagari dapat memenuhi salah satu kriteria itu, maka dapat disebut sebagai kampung iklim. Termasuk juga nagari yang mandiri energi atau mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka,” tutupnya.

Lihat juga...