DPRD Tomohon Adopsi Sistem Pengolahan Sampah ke Bekasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

271

BEKASI – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, mengakui, volume sampah di Kota Bekasi, Jawa Barat, setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Hal tersebut disebabkan masih minimnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempat yang disiapkan.

“DLH pada tahun 2017 telah mengangkut sampah sebanyak 600 ton per hari ke TPA, dan pada tahun 2018 kemarin meningkat menjadi 900 ton per hari,” kata Luthfi saat menerima kunjungan kerja Komisi III DPRD Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (13/2/2019).

Namun demikian, lanjut Jumhana, upaya pengelolaan sampah terus ditingkatkan di Kota Bekasi. Tetapi imbuhnya, semua tentunya memerlukan peran serta masyarakat untuk menjaga kebersihan di Kota Bekasi.

Upaya pemaksimalan sampah, imbuhnya, sudah dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup dengan membentuk dan menggerakkan komunitas peduli sampah. Upaya itu bentuk pemaksimalan sampah agar semua tidak dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Sampah dipisah untuk semaksimal mungkin dibuang di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Untuk meminimalisir tumpukan sampah di TPA Sumurbatu,”ujarnya.

Dikatakan, DLH Kota Bekasi, telah membentuk dua pasukan khusus di bidang persampahan yakni tim URC di DLH khusus bidang sampah. Mereka bertugas ketika ada bencana serta ada kegiatan besar di wilayah Kota Bekasi.

Tim lainnya adalah pasukan katak yaitu pasukan yang disiapkan untuk memasuki gorong-gorong atau kali, untuk mencari sampah apabila terjadi penyumbatan kali.

“DLH juga secara intens sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan untuk mendorong kesadaran masyarakat agar menjaga lingkungan di tingkat RT/RW serta bagaimana mengelola sampah dengan baik,” pungkasnya.

DLH Kota Bekasi, menerima kunjungan DPRD Kota Tomohon. Kepala Dinas LH mengakui volume sampah di Bekasi setiap tahun terus alami peningkatan – Foto: Muhammad Amin

Ketua Komisi III DPRD Kota Tomohon, Erenst De Fereh, mengakui, kunjungan tersebut untuk meningkatkan tugas dan fungsi dewan dalam pengelolaan sampah dan kebersihan fasilitas publik guna diterapkan di wilayahnya.

“Kota Tomohon dan Kota Bekasi, memiliki kesamaan struktur wilayah. Dari luas wilayah yang kecil namun padat penduduk,” pungkasnya mengakui alasan melihat sistem pengolahan sampah di Kota Bekasi.

Baca Juga
Lihat juga...