Dua Warga Palu Penderita DBD, Meninggal Dunia

239

PALU  – Hingga Sabtu (9/2) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu mencatat sedikitnya dua orang meninggal dan 48 lainnya tengah dirawat di berbagai puskesmas dan rumah sakit akibat diserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Dua orang yang meninggal adalah anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Mereka meninggal pekan kemarin,” kata Kepala Dinkes Palu, dr. Huzaimah di Palu, Sabtu.

Ia menambahkan, mereka meninggal akibat virus dengue dari gigitan nyamuk aedes aegypty yang sudah menyebar ke seluruh bagian tubuh dan menyebabkan trombosit darah menurun drastis sehingga mengakibatkan pendarahan di dalam tubuh.

Sementara, 48 orang lainnya, tengah dirawat intensif dan mendapat penanganan medis dari pihak rumah sakit.

“48 warga yang menderita DBD tersebar di seluruh rumah sakit di Palu dan didominasi anak-anak. Itu data terakhir yang kami peroleh hari kamis (7/2),” ujarnya.

Huzaimah berharap, tidak terjadi pertambahan penderita DBD dan para penderita yang saat ini tengah dirawat dapat secepatnya pulih dan kembali ke pangkuan keluarganya.

Huzaimah mengatakan, jika menemukan atau merasakan gejala-gejala DBD segera melaporkan ke puskesmas agar secepatnya diperiksa dan mendapat penanganan medis sedini mungkin.

“Agar dapat diatasi sebelum tambah parah. Gejala yang umum dirasakan yakni demam tinggi dua hari berturut-turut, mual disertai muntah dan muncul bintik-bintik merah di badan,” ucapnya.

Selain itu, Huzaimah mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tempat tinggal dari potensi-potensi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypty yang menyebarkan virus dengue kepada warga melalui gigitan.

Dinkes Palu, lanjutnya dibantu pihak puskesmas, kelurahan dan kecamatan tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan 3M untuk mencegah terserang DBD.

“3 M yang kami maksud yakni menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi jika airnya sudah lama terbiarkan, menutup tempat-tempat yang bisa menampung air dan mengubur benda-benda yang dapat menampung air seperti kaleng bekas,” jelasnya.

Selain itu Huzaimah meminta warga yang memiliki kelambu agar memakai saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau lotion antinyamuk yang dapat mencegah nyamuk menggigit tubuh. (Ant)

Lihat juga...