Ekosistem Lahan Basah di Bone Bolango Perlu Dijaga

293

GORONTALO — Bupati Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Hamim Pou mengingatkan pentingnya menjaga lahan basah dan menjaga lingkungan agar tetap lestari.

“Lahan basah adalah wilayah daratan yang digenangi air atau memiliki kandungan air yang tinggi, baik permanen maupun musiman,” ujar Hamim usai Peringatan Hari Lahan Basah 2019 di Danau Perintis, Minggu (3/2/2019).

Ia mengatakan ekosistem lahan basah mencakup rawa, danau, sungai, hutan mangrove, hutan gambut, hutan banjir, limpasan banjir, pesisir, sawah, hingga terumbu karang.

“Penting bagi kita menjaga lahan basah tersebut untuk kebutuhan kita sendiri. Sebagaimana kita tahu bersama di Kabupaten Bone Bolango sendiri terdapat taman nasional Bogani Nani Wartabone yang luasnya sekitaran 10 ribu hektar,” jelasnya.

Di Bone Bolango kata Hamim, ada dua sungai besar yang harus dijaga serta danau dan lautan yang harus kita rawat.

“Jika sungai kita rusak akan menjadi ancaman bagi kita semua,” jelas Hamim dan mengatakan hari lahan basah ini menjadi perhatian, jadi komitmen Bone Bolango menjaga hutan, airnya, udaranya bersih dengan baik.

Peringatan Hari Lahan Basah tersebut, ungkap Hamim, bisa dimasukan dalam iven tahunan Kabupaten Bone Bolango, sebagai upaya kepedulian pemerintah daerah terhadap pelestarian ekosistem lingkungan, betapa pentingnya persediaan air bersih.

Kegiatan Hari Lahan Basah 2019 merupakan inisiasi dari JAPESDA yang merupakan perkumpulan aktivis pemerhati lingkungan hidup di Gorontalo yang ikut berperan dalam mewujudkan suatu sistem pengelolaan sumberdaya alam yang bertumpu pada kekuatan rakyat untuk menjamin kelestarian ekosistem sebagai sumber penghidupan rakyat.

Kegiatan ini JAPESDA Gorontalo bekerjasama dengan Pemerintah Bone Bolango, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Forum Komunitas Hijau (FKH), Biota, Forum Kajian Deheto Hulonthalo Fisheries Of Research, dan HMJ Biologi-UNG pohon. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...