El Nino Ancam Produksi Karet Turun 30 Persen

308

MEDAN — Fenomena perubahan iklim bumi atau El Nino dikhawatirkan mengancam penurunan produksi karet hingga 30 persen dari perkebunan di Sumatera bagian utara.

“Kalau El Nino terjadi sampai April 2019, penurunan produksi karet di Sumbagut diperkirakan sampai 30 persen dari hasil normal,” ujar Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia atau Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah di Medan, Senin (18/2/2019).

Apalagi, kata dia, saat ini, musim gugur daun sudah terjadi yang juga sudah membuat produksi karet turun. “Ditambah ada El Nino, penurunan produksi karet akan semakin bertambah besar,” ujarnya.

Oleh karena itu, ujar Edy, Gapkindo memprediksi penurunan produksi karet di 2019 akan lebih besar dibandingkan tahun 2018.

Dia tidak merinci besaran produksi karet Sumbagut, tetapi ekspor karet di Sumut setiap bulannya di sekitar 30-40 ribuan ton per bulan.

Dia menjelaskan, El Nino terlihat dari adanya musim hujan pada musim kemarau saat ini. “Ancaman gugur daun akibat infeksi jamur fusicoccum yang dipicu kondisi kelembaban tinggi pada musim hujan sekaligus mendapatkan kondisi panas membuat penurunan produksi semakin berpotensi besar,” ujarnya.

Edy menegaskan kalau produksi karet turun lebih banyak, sementara harga ekspor masih bertahan rendah atau sekitar 1,3 dolar AS per kg, maka petani dan pengusaha karet akan semakin terpuruk.

Tahun 2018, volume ekspor karet Sumut turun 11 persen atau 456.536 ton dari 512. 725 ton di 2017. Sementara harga ekspor juga turun di 2018 menjadi sekitar 1,36 dolar AS per kg dari 1,65 dolar AS per kg pada 2017. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...