Empat Jembatan Putus di Jalur Pantura Flores

Editor: Makmun Hidayat

284

MAUMERE — Putusnya jembatan Dagemage di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Sikka membuat jalur transportasi Trans Utara Flores dari Kabupaten Sikka hingga Kabupaten Nagekeo kian lumpuh saat musim penghujan tiba.

“Semenjak Kabupaten Sikka hingga Nagakeo di Flores Tengah, terdapat empat jembatan yang putus yakni dua di Kabupaten Sikka sementara dua lainnya di Kabupaten Ende. Pengendara harus melintas melewati kali,” sebut Bona Beke, salah seorang pengendara, Jumat (1/2/2019).

Bona Beke salah seorang pengendara yang selalu melintasi jalur pantura Flores dari Larantuka menuju Nabe Kabupaten Ende – Foto: Ebed de Rosary

Ditambahkan Bona, selain jembatan yang putus, terdapat 11 titik ruas jalan yang mengalami kerusakan parah dan berlubang hingga setengah meter bahkan sampai 10 meter. Lubang di jalan pun memiliki kedalaman hingga setengah meter.

“Kalau musim hujan jalan Trans Utara Flores sulit dilewati kendaran roda empat apalagi roda dua. Jalanan berkubang dipenuhi air hujan bahkan air laut dan beberapa titik jalannya pun mulai ambruk dan aspal mulai terkelupas semua,” sebutnya.

Sementara itu, jelas Bona, dua kecamatan diKkabupaten Nagekeo jalannya relatif sangat bagus dan beraspal mulus sebab sejak 3 tahun lalu sudah diaspal. Paling parah berada di wilayah Kabupaten Ende meliputi Kecamatan Kota Baru, Maurole, Wewaria dan Maukaro.

“Beberapa titik yang berada di pesisir pantai sejak dari Kabupaten Sikka pun tanggul penahan gelombangnya sudah ambruk. Saat musim angin kencang dan gelombang tinggi, tanggul pun mulai rubuh dihantam gelombang,” tuturnya.

Ini yang membuat para pengendara sepeda motor selalu berhati-hati, kata Bona, meskipun jalur jalan ini sangat strategis dan menghubungan beberapa kabupaten di Flores. Jalan ini sudah sejak sekitar 10 tahun dibiarkan merana meski berstatus jalan prioritas nasional.

“Saat terjadi longsor di jalur selatan Ende, pengendara tidak mempunyai pilihan lain selain harus melewati jalan Trans Utara. Bila tidak dieprbaiki maka saat jalur Trans Selatan terjadi longsor maka kendaraan akan tertahan hingga seharian di jalan Trans Selatan,” ujarnya.

Anggota DPR RI Dapil NTT1 yang meliputi Flores, Lembata dan Alor, Johnny G Plate, saat kunjungan kerja ke Maumere pun selalu ditanyakan masyarakat terkait rencana pembangunan jalan Trans Utara Flores.

“Jalan Trans Utara pun sejak bulan Januari saat rapat dengan komisi IX juga sudah ditanyakan. Seharusnya jalan ini sudah dibangun sejak tahun 2015 namun pemerintah masih fokus membangun jalan di perbatasan menuju Timor Leste terlebih dahulu,” jelasnya.

Pembangunannya sudah diusulkan dan paling lama tahun 2020 jalan ini sudah mulai dikerjakan. Pembangunan jalan ini, kata Johnny, tentu akan membuat perekonomian di wilayah pantai utara Flores akan berkembang.

“Para bupati harus merelokasi warga untuk menetap di sekitar jalan ini bila nanti sudah dibangun. Jadi jangan lagi menetap di gunung sehingga bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari hadirnya jalan ini,” terangnya.

Lihat juga...