Empat Kapal Tol Laut Layani Rute Perintis di NTT

Editor: Mahadeva

310

MAUMERE – Pelabuhan laut Laurens Say Maumere menjadi pangkalan bagi empat kapal tol laut. Armada tersebut, khusus melayani penumpang dari Maumere Kabupaten Sikka, menuju pelabuhan lain di NTT maupun Pulau Sulawesi.

“Secara rutin keempat kapal ini akan melayani penumpang menuju rute-rute perintis yang telah ditetapkan untuk membuka isolasi,” sebut Halim Eko, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say Mamere, Senin (4/2/2019).

Kehadiran kapal tol laut tersebut seakan merangkai pulau-pulau di NTT. Keempat kapal akan rutin berlayar menyinggahi pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di NTT dan Sulawesi. “Pelabuhan di Maumere hanya disinggahi tol laut untuk penumpang, sementara tol laut untuk barang bersandar di pelabuhan Larantuka Kabupaten Flores Timur. Harga barang di Sikka relatif stabil, karena kapal kontainer rutin bersandar dua sampai tiga kali seminggu,” terangnya.

Keempat kapal tol laut  meliputi Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 101, dengan kapasitas penumpang 400 orang. Sabuk Nusantara akan melayani rute R-27 Maumere-Larantuka-Lewoleba-Waiwerang-Lewoleba-Balauring-Baranusa-Kalabahi-Maritaing-Atapupu dan Kupang.

“Kapal ini akan pergi pulang dua pekan sekali, melayani rute tersebut. Kapal ini melayani pelabuhan di empat pulau yakni Flores, Lembata, Alor dan Timor. Sedangkan KM Nadelin akan melayani rute R-28 Maumere-Palue-Maurole-Marpokot-Reo-Labuan Bajo dan Bima pulang pergi,” jelasnya.

Untuk rute R-97, juga akan berlayar dari Maumere menuju Selayar-Bulukumba-Makassar-Pare-Pare dan Makassar pulang pergi. Sementara KM Asia Raya rute R-109, meliputi Maumere-Batu Ata-Wakatobi-Kendari-Kolonedale-Kendari-Wakatobi-Batu Ata-Wakatobi-Maumere.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengapresiasi langkah yang dilakukan Kementerian Perhubungan, dengan menempatkan empat kapal tol laut. Keempat kapal tersebut akan memiliki home base di Maumere, sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. “Kehadiran kapal ini sejalan dengan mimpi kabupaten Sikka dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang mau dijadikan sebagai pusat perdagangan, industri pengolahan, jasa dan pariwisata, khususnya untuk kawasan Flores dan Lembata,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Kensius Didimus mengatakan, di 2017 kunjungan wisatawan ke NTT mencapai 47.228 orang. Terdiri dari 10.454 orang wisatawan asing dan 36.774 orang wisatawan domestik.  “Lama tinggal wisatawan meningkat. Di 2016 rata-rata 1,9 hari, maka di 2017 mencapai 2,16 hari. Wisatawan asing paling banyak datang untuk menikmati wisata bahari dan budaya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...