Festival Bau Nyale 2019, Kampanyekan Wisata Bebas Sampah

Editor: Koko Triarko

203
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal/ Foto: Turmuzi

MATARAM – Iven festival Bau Nyale masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan menjadi ajang mengkampanyekan kawasan wisata bebas sampah, baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang menghadiri perayaan festival Bau Nyale 2019.

“Selama pelaksanaan iven wisata atau budaya, terutama di kawasan objek wisata, selalu menyisakan banyak sampah sisa bulus makanan atau pun gelas dan plastik minuman,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal, di Mataram, Rabu (6/1/2019).

Kondisi tersebut, katanya, jelas bisa merusak citra pariwisata dan bisa memberikan kesan kurang baik bagi wisatawan yang datang berkunjung ke NTB, baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara.

Masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan objek wisata, terutama wisata pantai, menjadi salah satu penyebab masih banyaknya ditemukan sampah mengotori pinggiran pantai di sejumlah objek wisata.

“Karena itu, melalui iven festival Bau Nyale, selain bisa menggaet 1,5 juta kunjungan wisatawan, juga akan menjadi ajang mengkampanyekan gerakan objek wisata bebas sampah, mengingat dihadiri ribuan orang,” katanya.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, sebelumnya mengatakan, sebagai iven nasional, pelaksanaan festival Bau Nyale harus mampu berlangsung sukses dan menggaet banyak wisatawan berkunjung ke NTB.

NTB juga memiliki destinasi unggulan dengan ciri khas, halal destination yang menjadi nilai lebih. Meski masalah kebersihan menjadi salah satu yang mesti diperhatikan, demi kenyamanan dan citra positif pariwisata NTB.

Masalah sampah merupakan masalah yang selalu menjadi sorotan di setiap pelaksanaan iven budaya  atau wisata di NTB, karena itu dalam festival Bau Nyale tahun ini, pihak panitia Kemenpar bersama Dispar NTB, diharapkan bisa menggandeng Bank Sampah, dengan menyediakan kantong plastik untuk mengumpulkan sampah.

Baca Juga
Lihat juga...