Fuad Hasan: Film Besutan BAZNAS Menebar Energi Kehidupan 

Editor: Mahadeva

255
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Fuad Nasar. Foto : Sri Sugiarti.

JAKARTA – Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Fuad Nasar, mengapresiasi film kemanusiaan, Iman di Pangkuan Sang Fakir.  Film tersebut besutan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). 

Fuad berharap, film tersebut dapat menginspirasi dan mengunggah banyak orang. Terutama, untuk menyakini, menghargai, dan berbuat sesuatu tentang kemanusiaan di dalam kehidupannya.  “Ini adalah film dakwah, yang membawa misi mengajak orang untuk mensyukuri kehidupan, dan menebar kepedulian kepada sesama,” kata Fuad kepada Cendana News, usai menyaksikan pemutaran perdana film, Iman di Pangkuan Sang Fakir, di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019).

Film tersebut, mengingatkan Fuad, akan pesan almarhum ayahnya, saat mereka berkunjung ke Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan. Saat itu, Uzbekistan berada dibawah kekuasaan tirani Uni Soviet. Di negara itu, ayah Fuad berpidato di depan ulama dan tokoh muslim Uzbekistan. “Segala sesuatu di dunia ini mungkin dapat kita korbankan walau nyawa kita sekalipun. Tapi ada satu yang tak bisa kita korbankan, yaitu iman dan agama kita,” ujar Fuad menirukan pidato sang ayah.

Dia menilai, film tersebut bercerita tentang perjuangan kehidupan yang ada di sekitar kita. Situasi yang sulit, dapat menempa mental dan menguji iman. Terutama untuk tidak berhenti di tengah jalan, karena kehidupan selalu memberikan banyak harapan dan kejutan di ujung jalan.

Selain media hiburan, film juga berfungsi sebagai media pembelajaran dan edukasi. Dampak edukasi itulah yang menentukan kualitas sebuah film. “Sebuah film yang kualitas adalah yang bisa berdampak dalam memelihara dan mengkokohkan nilai moral kemanusiaan dan keadaban bangsa,” tambahnya.

Mengutip ungkapan ulama besar, Abdul Malik Ahmad, di muka bumi ini manusia adalah mahluk yang paling mulia. Dan dalam diri manusia yang paling berharga adalah hati. Dan yang paling berharga di dalam hati seorang manusia adalah iman kepada Allah SWT.  “Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari film ini. Karena iman adalah energi kehidupan dan cahaya kemanusiaan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...