Generasi Milenial Diharap Gunakan Hak Pilihnya

Editor: Koko Triarko

183
Rektor Unidha, Prof. Dr. Suko Wiyono, SH., MH., -Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum, Dr. Imam Ropii, SH., MH., mengatakan, pengetahuan dasar terkait prinsip-prinsip dasar demokrasi dan pemilu merupakan modal awal yang harus diketahui oleh para pemilih pemula. Tujuannya agar ke depan mereka memiliki pemahaman yang benar tentang demokrasi dan pemilu.

“Dengan mereka memahami, mengetahui, baik itu azas, prinsip, hukum, tata pelaksanaan, diharapkan mereka mau ikut berpartisipasi sebagai wujud tanggung jawab mereka sebagai bagian dari warga negara Indonesia,” sebutnya, saat menghadiri seminar bertajuk ‘Peran generasi milenial dalam mensukseskan Pemilu 2019’ di Universitas Wisnuwardhana (Unidha), Sabtu (23/2/2019).

Lebih dari itu, menurut Imam, bagi para peserta yang hadir, diharapkan juga bisa memberikan virus positif untuk menyampaikan dan mengajak kepada teman-temannya, bahwa memilih itu merupakan bagian dari hak asasi mereka. Sehingga apa yang seharusnya dilakukan oleh warga negara bisa ditunaikan.

“Yang sangat penting lagi, karena mereka merupakan para pemilih pemula yang masih perlu pencerahan, pemahaman, informasi, di iven pertama ini jika mereka memenuhi syarat administratif untuk bisa memilih, maka mereka jangan sampai golput,” ujarnya.

Lebih lanjut, dikatakan Dekan Fakultas Hukum Unidha, Dr. Bambang Winarno, para generasi milenial yang rata-rata adalah siswa SMA maupun mahasiswa, merupakan swing voters. Mereka ini  umumnya masih bingung akan memilih siapa dalam pemilu yang akan datang. Berbeda dengan generasi tua, yang biasanya sudah jelas pilihannya mau dilabuhkan kepada siapa.

“Jadi meskipun ada debat atau tidak ada, mereka sudah punya keyakinan untuk memilih siapa. Tapi sebaliknya, untuk kaum milenial ini masih belum punya pilihan yang pasti,” terangnya.

Sementara itu, Rektor Unidha, Prof. Dr. Suko Wiyono, SH., MH., mengatakan, pada saatnya nanti pasti ada di antara masyarakat yang tidak ikut berpartisipasi dalam rangka pemilu.

“Memang mau ikut atau tidak adalah hak mereka, golput pun juga hak mereka. Namun saya pikir, lebih baik gunakan hak tersebut sebaik-baiknya, karena jika tidak digunakan, kita akan menyesal selama paling tidak lima tahun, jika yang terpilih tidak sesuai dengan harapan kita,” sebutnya. Memang Pemilu tidak mencari yang sempurna, tapi mencari yang terbaik dibandingkan yang lainnya, tandasnya.

Untuk itu diharapkan masyarakat, khususnya kaum milenial, mau menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, agar hak mereka tidak mubazir karena tidak dilaksanakan.

“Saya harapkan kaum milenial ini juga tidak termakan dan terpengaruh dengan berita-berita hoaks yang sangat tidak masuk akal. Pilihan bisa beda, tapi kita semua di sini satu, yakni bhineka tunggal ika. Karena pilihan memang tidak boleh dipaksakan,” harapnya.

Baca Juga
Lihat juga...