Gubernur DKI dan Pangkostrad, Siap Wujudkan Keamanan Ibu Kota

Editor: Mahadeva

342

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, melakukan pertemuan tertutup di Balai Kota DKI, Selasa (12/2/2019).

Anies Baswedan menyebut, Dirinya membahas berbagai hal mengenai upaya menjaga dan mewujudkan keamanan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara. “Kami membicarakan banyak hal, tapi kaitannya semua adalah bagaimana kami bisa bekerja sama lebih baik. Sehingga, institusi pemprov dan kostrad, bisa sama-sama memastikan Jakarta sebagai ibu kota aman, damai, kondusif, untuk kegiatan pemerintahan, kegiatan usaha, dan sosial. Itu yang tadi menjadi pembicaraan,” ucap Anies usai pertemuan dengan Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, Selasa (12/2/2019).

Menurut Anies, tugas Kostrad sangat strategis, dan membutuhkan dukungan dari Pemprov DKI. Dan orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta itu, berkomitmen membantu pengamanan termasuk dalam Pemilu 2019. Jika Pemilu berjalan dengan tertib, rapi, tenang, jujur, adil, maka apa pun hasilnya nanti, proses demokrasi telah berjalan dengan baik. “Karena itu, tugas kita bekerja sama dengan mendukung KPU, KPUD, agar semua kegiatannya berjalan dengan baik,” ungkap Anies.

Sebelumnya, Anies juga mendapat kunjungan dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy, yang baru dilantik bulan lalu mengantikan Komjen Idham Aziz, yang diangkat menjadi Kabareskrim. Dalam pertemuan itu, juga dibahas keamanan Ibu Kota Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambut kedatangan Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019) – Foto Lina Fitria

Pangkostrad, Letjen Besar Harto Karyawan, mengungkapkan, siap mengantisipasi titik rawan keamanan di seluruh Indonesia, termasuk Ibu Kota Jakarta. Menurutnya, keberadaan Kostrad di DKI Jakarta, untuk mengamankan Ibu Kota, sebagai pusat kota Pemerintahan. “Keberadaan Kostrad di DKI Jakarta ini memberikan arti juga, memberikan tugas-tugas mengamankan Ibu Kota sebagai kota pusat pemerintahan, dan juga sebagai kota ekonomi, dan kota sosial,” ujar Besar Harto.

Terkait keamanan menjelang Pemilu 17 April 2019, Pangkostrad mengaku siap bekerja sama, dan mempersiapkan anggotanya untuk proses keamanan pesta demokrasi di Indonesia. Khusus untuk mengamankan gelaran pemilu di seluruh wilayah, termasuk DKI Jakarta, Kostrad melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam melakukannya.

“Pengamanan dalam rangka mengantisipasi kegiatan pemilu, Kostrad menyiagakan pasukkannya di semua wilayah, apabila terjadi hal-hal yang memerlukan kecepatan. Kostrad terdepan sebagai pengamanan untuk siap diturunkan,” jelas Besar.

Tugas strategis Kostrad adalah, untuk mengantisipasi titik rawan keamanan di seluruh Indonesia. Dengan demikian, penting bagi jajarannya, untuk menjaga keamanan pusat kota, Ibu Kota DKI Jakarta. “Ibu Kota sebagai pusat pemerintahan, sebagai kota pusat pemerintahan dan juga sebagai kota ekonomi, dan kota sosial, ini saya kira patut dijaga keamanannya, situasinya, di mana Kostrad siap untuk mengamankan itu bila terjadi hal-hal yang membutuhkan kehadiran Kostrad untuk mengamankannya,” katanya.

Lihat juga...