Gunakan Dana Desa, Pembangunan Jalan dan Bak Air, Terlantar

Editor: Satmoko Budi Santoso

193

MAUMERE – Pembangunan jalan rabat atau jalan semen serta bak penampung air hujan di desa Wolonwalu, kecamatan Bola, kabupaten Sikka, yang dianggarkan dari dana desa tahun 2018 belum diselesaikan dan terlantar pengerjaannya.

“Saya sudah minta agar pembangunannya diteruskan sebab jika tidak mampu maka akan dihentikan dan dananya dikembalikan ke kas desa,” tegas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Robertus Ray, Jumat (1/2/2019).

Dikatakan Robert, sapaannya, permasalahannya karena pihak tukang dan pekerja tidak memahami gambar dan bekerja berdasarkan perhitungan lain bukan denah yang diberikan. Perhitungan Hari Orang Kerja (HOK) pun tidak sesuai aturan.

“Harusnya pembayaran HOK hanya untuk mereka yang bekerja dalam sehari 7 jam sesuai aturan kerja. Yang boleh kerja pun hanya orang miskin dan pengangguran. Tetapi kenyataannya semua masyarakat dilibatkan,” jelasnya.

Sejak awal, tandas Robert, tidak ada penjelasan yang detil dari Tim Pengelola Kegiatan (TPK), pelaksana teknis dan pihak desa mengenai pengertian HOK. Ini yang membuat masyarakat berpikir hanya bekerja selama dua jam sehari tetapi minta upah selama 15 hari kerja sesuai perhitungan pekerjaan selesai.

“Ada salah tangkap soal pengertian HOK dan penjelasan yang diberikan kepada masyarakat juga tidak detil dan utuh. Pekerjaan juga tidak sesuai gambar dan berdasarkan kemauan para tukang,” jelasnya.

Saat meninjau lokasi, tambah Robert, dirinya sudah mengumpulkan pekerja, pihak desa, TPK, tenaga teknis pendamping desa, camat, kepala dusun serta tokoh masyarakat. Dirinya minta agar pekerjaan harus diselesaikan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada.

“Saya sudah minta agar pekerjaan bak air dilanjutkan sesuai dengan RAB dan jalan juga harus dilanjutkan. Upah pekerja dibayar sesuai dengan jumlah hari kerjanya dan volume pekerjaannya,” tegasnya.

Kepala desa Wolonwalu, Inocensia, menjelaskan, bak penampung air hujan di dusun Huluwolot pembangunannya tidak sesuai dengan gambar di RAB sehingga TPK meminta kepala tukang untuk memperbaikinya.

Kepala Desa Wolonwalu Kecamatan Bola, Inocensia. Foto: Ebed de Rosary

“Menurut gambar yang ada ukuran bak 2X3 meter dengan tinggi 2 meter dan tebal 30 sentimeter. Tapi dalam pelaksanaannya di lapangan, tukang dan para pekerja mengerjakannya dengan ukuran panjang 6 meter dan lebar 2 meter,” jelasnya.

Ternyata permintaan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) tidak dihiraukan, kata Inocensia, dan disampaikan kepada dirinya sehingga dirinya meminta pekerjaan dihentikan dahulu. Para tukang mengatakan ukuran bak air 3,5X4,5 meter tetapi pekerjaannya menjadi 6X2 meter.

“Kami sudah sampaikan dalam pertemuan bersama kepaal dusun, tukang dan para pekerja yang dihadiri pendamping teknis, namun tidak ada kata sepakat. Kemarin juga kadis PMD sudah tinjau lokasi dan meminta agar segera diselesaikan ataukah dihentikan,” pungkasnya.

Mengenai jalan rabat pun, tambah Inocensia, pihaknya akan bertemu lagi dengan tukang dan pekerja bersama dengan tenaga pendamping teknis untuk mencari kata sepakat. Ini terkait dengan pembayaran upah sesuai HOK dan kemajuan fisik pengerjaannya.

Disaksikan Cendana News, pembangunan bak air dilaksanakan persis di samping rumah warga. Kondisi bak berada di kemiringan, bukan di tempat yang strategis. Pengerjaan baru pada tahapan pondasi saja dan terlihat masih belum dilanjutkan.

Para pekerja dalam pertemuan bersama wakil bupati Sikka, camat Doreng, kepala dinas PMD Sikka serta BPD Wolonwalu meminta agar upah mereka dibayar penuh selama 15 hari kerja sesuai dengan HOK meski pekerjaan masih sebatas pondasi saja dan tidak dilanjutkan.

Baca Juga
Lihat juga...