Hakim Menjadi Kunci Terciptanya Peradilan Bersih

Editor: Mahadeva

275
Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Maradaman Harahap - Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Hakim adalah kunci terwujudnya peradilan bersih di Indonesia. Komisi Yudisial (KY) bertugas mewujudkan peradilan yang bersih, dengan menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, dan perilaku hakim.

Sebagai lembaga negara yang lahir dari tuntutan reformasi, KY bertujuan mewujudkan keadilan untuk semua lapisan masyarakat. Bahkan, konstitusi secara jelas menyebut, salah satu wewenang KY adalah, menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, dan perilaku hakim.

“KY hadir untuk mewujudkan peradilan yang bersih. Banyak tantangan dan hambatan dalam upaya mewujudkan peradilan bersih tersebut, sehingga dibutuhkan peran dari masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Maradaman Harahap, Rabu (6/2/2019).

Maradaman menegaskan, KY tidak hanya melakukan tindakan represif dalam pelaksanaan tugasnya. Melainkan, juga melakukan tindakan preventif, agar hakim tidak melakukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).  “Salah satunya adalah, melakukan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan hakim. Karena hal ini, faktor yang mengakibatkan para hakim terjerat kasus, khususnya korupsi, untuk itu kesejahteraan hakim itu penting,” ujarnya.

Di samping itu, KY juga memberikan pembekalan, seperti peningkatan kapasitas dan kesejahteraan hakim. Hal itu diharapkan akan membentuk hakim yg profesional, jujur, mandiri, akuntabel, dan memiliki independensi. Dengan adanya pengawasan internal dari MA, ditambah pengawasan eksternal dari KY, serta partisipasi masyarakat, maka diharapkan hakim dapat mewujudkan peradilan bersih.

“Tentu dengan adanya pembekalan dari KY dan pengawasan dari MA serta masyarakat, diharapkan hak dapat mewujudkan peradilan bersih dan bermartabat,” pungkasnya.

Lihat juga...