Harga Karet di Bursa Singapura Naik Terus

433
Karet, ilustrasi -Dok: CDN

MEDAN — Harga karet di Bursa Efek Singapura atau Singapore Exchange (SGX) terus naik signifikan, diduga dampak adanya rencana negara produsen karet yang tergabung dalam ITRC akan memangkas ekspor komoditas itu.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, Edy Irwansyah mengatakan pada penutupan bursa tanggal 18 Februari untuk kontrak Maret 2019 harga karet jenis SIR 20 ditutup sebesar 1,363 dolar AS per kilogram.

Sementara pada Rabu sore sudah naik lagi atau berada di posisi 1,439 dolar AS per kilogram.

“Kenaikan diprediksi dipicu adanya rencana negara produsen karet yang tergabung dalam ITRC, antara lain Indonesia, Malaysia dan Thailand, akan memangkas ekspor,” ujarnya di Medan, Rabu (20/2/2019).

Menurut rencana, ITRC akan melakukan pembahasan soal pemangkasan ekspor karet itu dalam pertemuan di Bangkok pada 21-22 Februari.

Kenaikan harga juga didorong adanya kekhawatiran produksi karet akan semakin berkurang akibat fenomena cuaca El Nino.

El Nino yang sudah mulai dirasakan di Indonesia seperti di Sumatera Utara diperkirakan bisa menurunkan produksi hingga 30 persen.

“Kekhawatiran akan pasokan karet berkurang di pasar dunia membuat ‘buyer’ menaikkan permintaan sehingga harga beli terdongkrak,” katanya.

Dia menjelaskan ITRC sendiri mengagendakan pemangkasan ekspor karet pada 2019 dengan tujuan mendorong harga karet yang hingga saat ini masih rendah atau di kisaran 1,3 dolar AS per kilogram. [Ant]

Lihat juga...