Harga Tiket dan Bagasi Berbayar, Turunkan Kunjungan Wisata ke NTB

Editor: Mahadeva

268
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu. Bayu Widiya/foto : Turmuzi

MATARAM – Kenaikan harga tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar oleh sejumpah maskapai penerbangan menurunkan jumlah kunjungan wisata ke NTB.

Hal tersebut berdampak, lesunya penjualan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di NTB. “Mahalnya harga tiket dan kebijakan bagasi berbayar memang cukup berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke NTB,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu. Bayu Widiya, Rabu (20/2/2019).

Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov NTB mengirim surat ke sejumlah maskapai penerbangan. Surat juga dikirim ke kementerian, yang berisi tentang permintaan untuk meninjau kembali kebijakan tersebut. Lesunya aktivitas penerbangan, berdampak banyak porter di bandara yang menganggur.

Meski demikian, pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak. Kewenangan mengenai penerbangan ada di pemerintah pusat, termasuk maskapai penerbangan. “Maskapai juga, kalau penumpang sepi, tidak mungkin mau terbang kalau dalam kondisi kosong,” katanya.

Selain karena kebijakan di penerbangan, sepinya hunian perhotelan, juga disebabkan belum normalnya kegiatan pemerintahan. Sebagian kegiatan di hotel, dipenuhi oleh kegiatan pemerintah. Anggaran pemerintah, baru bisa digunakan biasanya di April.

Owner kerajinan kain tenun Desa Sukarara, Amin, menyebut, kondisi UMKM di NTB sedang lesu. Itu dimulai semenjak bencana gempa bumi beberapa waktu lalu. Hal itu masih diguncang oleh kebijakan bagasi berbayar dan kenaikan harga tiket pesawat.

Dampak dari kebijakan tiket pesawat dan bagasi berbayar, masyarakat penyedia oleh-oleh menjadi pihak paling terdampak. Wisatawan tidak lagi mau membawa oleh-oleh dalam jumlah banyak, karena biaya mahal. Amin berharap, kondisi tersebut bisa segera ditanggapi oleh pemerintah dengan cepat. Kebijakan seperti, subsidi, penurunan harga tiket, termasuk mengevaluasi kebijakan bagasi berbayar sangat diharapkan.

Lihat juga...