Hasil Panen Petani Bawang Agam Spektakuler

Editor: Mahadeva

277

AGAM – Petani bawang di Nagari Parik Panjang berhasil memanen 48 ton bawang per-hektare. Panen petani di Nagari Parik Panjang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat tersebut, menjadi panen perdana.

Zulfahmi, salah seorang anggota kelompok tani mengatakan, hasil panen tersebut jauh di atas rata-rata produksi bawang merah di Sumatera Barat. Produksi rata-rata di Sumatera Barat  per hektarnya maksimal hanya di kisaran lima sampai 10 ton.

“Bibit bawang yang kami tanami tersebut berasal dari Alahan Panjang, saat ini kami punya lahan tiga hektare, apabila dengan tingkat penyusutan terbesar sebanyak 60 persen sekalipun, hasil 48 ton per haktare tersebut tetaplah fenomenal,” ujarnya, Selasa (12/2/2019).

Dengan penyusutan hingga 60 persen, petani masih menghasilkan 19,2 ton per haktare lahan. Jika dikalikan harga standar bawang merah Rp15.000 per kilogram, petani memperoleh pendapatan Rp288 juta per hektare.  Artinya, dengan tiga hektare lahan, petani bawang di Agam memperoleh penghasilan Rp864 juta. Dikurangi dengan modal usaha Rp300 juta untuk tiga hektare lahan, kelompok tani masih mengantongi keuntungan Rp500 juta lebih.

Dengan hasil tersebut, ke depan petani sangat mengharapkan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Agam. Hal itu untuk menjaga hasil panen tetap melimpah, dan bisa berdampak maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat. “Alhamdulillah bahwa panen perdana ini menghasilkan jumlah yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Namun walau begitu, kami mohon agar tetap didampingi oleh pemerintah, agar hasil yang maksimal ini bisa memberikan keuntungan yang maksimal pula bagi kami petani,” ucapnya.

Bupati Agam Indra Catri/Foto: M. Noli Hendra

Bupati Agam, Indra Catri, menunjukan kegembiraan yang luar biasa dengan hasil panen perdana kelompok tani di wilayah Kabupaten yang ia pimpin. Seakan paham harapan petani, ia langsung menyiapkan langkah-langkah strategis, dalam penanganan pasca panen. Hal itu dimaksudkan, agar hasil panen bisa dimanfaatkan secara maksimal. Langkah-langkah yang disiapkan seperti, pembuatan beberapa produk turunan bawang merah, yang menjadi prioritas produk unggulan Kabupaten Agam.

“Hasil panen spektakuler ini tentu adalah hal yang harus kita syukuri, tapi tentu kita tidak boleh terlena dan kehilangan momentum. Kita langsung aksi dengan menyiapkan langkah strategis pasca panen, agar hasil panen petani kita bisa terserap maksimal. Langkah strategis ini nantinya akan melibatkan beberapa sektor dan OPD, tidak perlu banyak, agar lebih efektif,” terang Indra Catri.

Menurutnya, panen spektakuler tersebut, tidak terlepas dari gerakan Agam Menyemai. Gerakan menanam tanaman produktif tersebut, dilakukan di setiap lahan yang tersedia, baik lahan pekarangan rumah, hingga lahan tidur yang disulap menjadi ladang.  “Agam telah menunjukan prioritas mereka di sektor pangan yang bersifat sangat urgent untuk kesejahteraan masyarakat. Kini mereka menikmati hasil,” pungkasnya.

Lihat juga...