IGI Flotim Gencarkan Program Salasaku

Editor: Mahadeva

272

LARANTUKA – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Flores Timur gencarkan program Satu Sekolah Satu Buku atau Salasaku. Program tersebut menjadi cara untuk menanamkan semangat membaca dan menulis kepada siswa di Flores Timur.

Hal itu dilakukan sejak dini, agar kemauan membaca dan menulis bisa tumbuh dan berkembang sejak dini. “Kami gencar turun ke sekolah-sekolah di Flores Timur lewat Gerakan Literasi Sekolah (GELIS) dan fokus ingin menghasilkan karya buku lewat program Satu Sekolah Satu Buku (Salasaku),” sebut Damsianus Sepulo Tukan, S.Pd, Sekretaris IGI Kabupaten Flores Timur, Selasa (5/2/2019).

IGI Flotim telah menyambangi tujuh sekolah, yakni SDI Walaupun 1 Larantuka, SMPS Lembah Kelapa, Adonara Timur, SDK 1 Kiwangona, SDK 2 Kiwangona, SDI Kiwangona Adonara Timur, SMPS Katolik Sanctissima Trinitas Hokeng serta SMPS MaterInviolata Larantuka.

“GELIS ini merupakan aplikasi dari salah satu program jangka pendek pengurus IGI Kabupaten Flores Timur periode 2018-2022, dari sekian banyak program kanal lainnya yang ada di IGI. Untuk itu kami konsisten melakukan road show ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan dan mengaplikasikan program ini,” terangnya.

GELIS dilakukan untuk  memperkenalkan peserta dengan dunia literasi. Mendorong dan memotivasi siswa untuk mulai menulis. “Dengan GELIS kami ingin merangsang terbentuknya tim literasi sekolah, guna menyukseskan program pemerintah, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tingkat nasional. Juga melatih siswa melalui pelatihan menulis puisi, kisah inspiratif (cerpen), dan pantun,” tuturnya.

GELIS yang digagas IGI Flotim, juga ingin menghasilkan buku mengenai Antologi puisi atau cerpen SMPS Katolik Mater Inviolata Larantuka. Buku ber-ISBN tersebut, akan diikutkan dalam ajang spektakuler lhaunching 1.000 Buku Secara Nasional, yang dilakukan serempak di seluruh tanah air pada 2 Mei 2019 nanti.

“Bila sejak dini diperkenalkan dan terbiasa menulis maka akan ketagihan menulis. Rasanya sakit bila satu hari absen menulis. Ketika sudah terbiasa menulis setiap hari tentang apa saja yang berbau positif, tentunya mereka tidak menulis berita hoaks dan ujaran kebencian,” tuturnya.

Damsil mengklaim, kegiatan GELIS di sekolah dapat dikatakan efektif dan efisien. Masing-masing kelompok memiliki guru pendamping. Selain itu, kegiatannya juga didukung oleh hasil karya siswa yang mayoritas sangat baik.

“Setelah sukses dengan program Satu Sekolah Satu Buku (Salasaku) kami bertekad ke depannya akan masuk ke program Satu Siswa Satu Buku (Sawasaku). Tentunya kegiatan literasi ini berhasil baik karena mendapat dukungan dari pihak sekolah,” terangnya.

Marsianus Toeng Peupare, Wakil Kepala Sekolah SMPS Katolik Mater Inviolata Larantuka menyebut, pelatihan GELIS untuk berbagi ide dan gagasan, pengalaman demi pengalaman. Dengan program tersebut, kelak sekolah mampu menyiapkan siswa yang mampu menjawab tuntutan zaman yang serba milenial.

“Selain menjawabi program nasional literasi yaitu membaca 15 menit sebelum masuk kelas di pagi hari, saya berharap semoga dengan hadirnya IGI lewat GELIS memberi kesan tersendiri bagi siswa kami. Para siswa akan lebih banyak lagi berproses dan melatih diri untuk menggapai cita-cita mereka,” tuturnya.

Marsy berharap, kolaborasi ataupun kerja sama IGI Flotim dengan sekolah tidak berhenti setelah pelatihan menulis. Kegiatan dapat terus dibina dan dipupuk, agar dapat terus berjalan. Dengan dampingan bersama, diharapkan ke depannya dapat menghasilkan karya-karya literasi berkualitas. “Semoga kerja sama ini tidak hanya GELIS dari kanal Satu Guru Satu Buku (Sagusaku), tetapi lebih dari itu boleh memperkenalkan kanal-kanal lainnya untuk kepentingan peningkatan kompetensi guru dan siswa di sekolah kami,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...