IGI Flotim Tularkan Virus Literasi di SMPK Mater Inviolata

Editor: Mahadeva

260

LARANTUKA – Ikatan Guru Indonesia menularkan budaya literasi ke siswa SMPK Mater Inviolata. Hal itu menjadi upaya untuk menangkal beredarnya berita bohong atau hoaks yang terus membanjir di tengah masyarakat.  

Damsianus Sepulo Tukan, S.Pd, Sekertaris Ikatan Guru Indonesia  (IGI) kabupaten Flores Timur.Foto : Ebed de Rosary

Kegiatan tersebut juga bertujuan, untuk kembali membudayakan membaca dan menulir di kalangan generasi muda. “Kami lakukan kegiatan literasi di sekolah yang di organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) dinamakan Gerakan Literasi Sekolah atau GELIS, yang melahirkan program Satu Sekolah Satu Buku (Salasaku),” sebut Damsianus Sepulo Tukan, S.Pd, Sekertaris IGI Kabupaten Flores Timur, Selasa (5/2/2019).

Setelah program Salasaku, ke depan peserta GELIS yang mendapat pelatihan, akan dibimbing ke program baru hasil pengembangan yaitu Satu Siswa Satu Buku atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sawasaku. “Dengan kegiatan di SMPK Mater Inviolata ini, kami ingin menghasilkan karya siswa-siswi dalam bentuk tulisan berdasarkan peristiwa hidup yang dilihat, dirasakan dan di alami secara langsung, baik di rumah, di sekolah dan di asrama. Juga peristiwa yang dialami dimana saja, bisa dibuat dalam bentuk tulisan,” tuturnya.

Jika sebelumnya para siswa belum atau lupa menulis tentang kisah inspiratif. Maka dalam kegiatan pelatihan menulis, para siswa diberi motivasi untuk mulai menulis. Mereka dapat menulis apa saja yang ada dipikiran. Kegiatannya lebih pada mendorong siswa untuk mulai menulis.

“Selain kisah inspiratif dalam bentuk cerpen, siswa-siswi peserta GELIS juga bisa menulis puisi, pantun atau apa saja yang ada di benak mereka. Segala hasil karya tulis tersebut akan dikumpulkan dan dipilahkan menurut jenis tulisan fiksi, maupun non fiksi,” terangnya.

Pelatihan dilakukan selama tiga jam. Meliputi teori mengenai cara menulis, dilanjutkan dengan praktek menulis selama 90 menit. Hasil karya para siswa kemudian diedit dan selanjutnya di bukukan dengan judul Antologi (Puisi, Cerpen, Pantun dan jenis lainnya) SMPK Mater Inviolata Larantuka. “Buku yang dihasilkan ini akan diikutsertakan dalam lhaunching serempak seribu buku secara nasional bersama karya peserta GELIS sekolah lainnya. Lhaunching akan digelar 2 Mei 2019 di 100 titik kota di seluruh Indonesia,” paparnya.

Sebagai penulis pemula, siswa diminta jangan merasa takut salah, tentang penggunaan kosa kata dan struktur kalimat. “Menulis itu indah, biarkan mengalir begitu saja seperti layaknya kebiasaan anda menulis status di beranda media sosial. Untuk itu harus percaya diri dan membiasakan menulis setiap hari,” tandasnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, SMPS Katolik Mater Inviolata Larantuka, Marsianus Toeng Peurape, mengatakan, gerakan literasi sekolah di lembaga pendidikannya bukanlah hal baru. Para siswa telah mendapatkan pelajaran mengenai literasi.

“Banyak hal yang telah dibuat. Berkat dukungan dan bimbingan penuh oleh team literasi sekolah yang beranggotakan guru-guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, termasuk para suster yang juga mengasuh mata pelajaran sejenis,” terangnya.

Siswa, telah menghasilkan banyak tulisan, untuk ditempel di majalah dinding kelas dan sekolah. Di samping itu, juga ada tulisan beberapa siswi yang dimuat di koran Yayasan St. Gabriel Maumere, dan buletin yayasan, yang di dalamnya memuat semua tulisan siswa dan guru dari delapan sekolah milik Yayasan St. Gabriel.

“Hanya saja belum sempat terpikirkan oleh kami agar karya siswa ini boleh dibukukan. Kehadiran tim literasi IGI Flotim ini membuka cakrawala berpikir kami, untuk menghasilkan karya literasi yang berkualitas dan bisa dibukukan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...