Imlek 2570, Pesta Kembang Api di Kelenteng Hok Lay Kiong

Editor: Satmoko Budi Santoso

292

BEKASI – Lampion mulai menghiasi sudut jalan Pasar Proyek, sepanjang jalur menuju Kelenteng Hok Lay Kiong, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Lampion menjadi unsur pokok dalam tradisi Imlek sebagai penanda peralihan tahun dalam penanggalan Tionghoa. Pendar nyala merah lampion sebagai simbol kebahagiaan dan harapan dalam pergantian tahun Anjing menuju tahun Babi Tanah.

Menyambut Imlek 2570 tahun ini, berbagai ukuran diameter lilin sudah disiapkan di Klenteng Hok Lay Kiong. Setidaknya akan ada 500 lilin terpasang menyambut malam pergantian tahun baru China, bertempatan pada 5 Februari 2019.

“Tidak ada perayaan istimewa dalam menyambut pergantian tahun. Hanya ada kebaktian dan pesta kembang api tepat pukul 00.00 WIB pada malam menuju tanggal 5 Februari 2019 sebagai pertanda pergantian tahun. Dari tahun Anjing menuju tahun Babi Tanah,” kata Ketua Panitia Imlek 2570, Ronny Kurniawan, kepada Cendana News, Minggu (3/2/2019).

Ronny Kurniawan, Ketua Panitia Imlek 2570 di Kelenteng Hok Lay Kiong, Bekasi. Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, perayaan pergantian tahun baru Imlek 2570 kali ini, mengambil tema besar saling menjaga toleransi umat beragama. Harapannya, di tahun Babi Tanah kehidupan di Bekasi bisa lebih rukun lagi, dan masyarakat akan lebih baik, dari segi rejeki maupun kesehatan.

“Perayaan budaya seperti festival barongsai pawai keliling Kota Bekasi, akan dilaksanakan pada hari ke 15 Imlek. Artinya sekitar tanggal 19 Februari 2019 sebagai perayaan Cap Gomeh atau penutup,” kata Ronny.

Saat perayaan Cap Gomeh, menurutnya, tidak hanya diisi budaya Tionghoa seperti Barongsai, tetapi juga akan menampilkan budaya lokal seperti ondel-ondel dan budaya Betawi lain yang ada di Kota Bekasi. Hal tersebut juga telah dimusyawarahkan dengan Dinas Pariwisata Kota Bekasi.

Saat malam pergantian tahun baru Imlek 2570, Ronny memperkirakan akan berkumpul sekitar 1500 warga Tionghoa Kota Bekasi untuk melakukan kebaktian persembahyangan bersama di vihara dan Kelenteng Hok Lay Kiong.

Perayaan Imlek ini merupakan perayaan budaya, bukan kegiatan agama, jadi warga Tionghoa dari unsur apa saja bisa ikut merayakan jika dia merasa mengikuti budaya China.

Ia melanjutkan, biasanya setelah perayaan Imlek, dilanjutkan dengan kumpul keluarga, dan saling silaturahmi. Dimana yang muda akan berkunjung ke tempat saudaranya yang lebih tua dan akan ada yang mendapatkan angpao, diberikan kepada mereka yang belum menikah.

“Angpao juga masuk sebagai tradisi, sebagai ungkapan rasa syukur untuk memberi berkah kepada yang menerima. Angpao tidak ada patokan isinya berapa, tetapi hanya sebagai lambang keberuntungan,” tutur Ronny.

Menyambut perayaan Imlek 2570, Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi sudah melakukan persiapan. Sekira 500 lilin akan terus menyala di kelenteng sampai hari penutupan, Cap Go Meh. Foto: Muhammad Amin

Sementara, tradisi menyalakan lilin berbagai ukuran dan Lampion, maknanya sebagai persembahan kepada leluhur yang sudah meninggal.

Mereka memasang lilin yang dipercaya bahwa ke depan akan lebih menjadikan hidup terang, terkait rejeki dan kesehatan. Lilin dengan bermacam diameter akan terus menyala hingga perayaan Cap Gomeh.

Baca Juga
Lihat juga...