Inilah Harga Ragam Sayuran di Ambon

233

AMBON  – Harga berbagai jenis sayuran, baik produksi petani lokal maupun yang didatangkan dari daerah lain masih tetap normal, kecuali sayur kol sedikit bergerak naik.

Hasil pantauan di lokasi pasar Mardika dan Batu merah, Rabu, para pedagang mematok harga kol Rp20.000/Kg, atau sedikit bergerak naik dari sebelumnya Rp18.000, sedangkan eceran mulai dari Rp5.000 hingga Rp8.000/potong.

“Kol sedikit bergerak naik dari sentra produksi, jadi untuk tidak merugi kita juga menaikkan harga jual bagi para pembeli,” ujarnya.

Memang stok sayur kol cukup banyak, dan terlihat dimana-mana, hanya saja kalau terjadi perubahan harga di sentra produksi sudah pasti terjadi perubahan harga juga di pasar.

Sedangkan jenis sayur lain seperti kentang masih tetap normal yakni Rp16.000/Kg, wortel Rp30.000/Kg, boncis Rp18.000/Kg.

Sedangkan untuk sayur produksi lokal seperti kangkung cabut, kangkung potong, sawi, daun singkong, kacang panjang, daun melinjo, bayam merah maupun bayam putih rata-rata Rp5.000/ikat.

Sayur buah seperti terong Rp5.000/ikat (lima buah), labu siam Rp5.000/buah, ketimun Rp5.000/tiga buah, dan Rp10.000/enam buah, tomat Rp16.000/Kg, jagung muda Rp10.000/enam buah.

Jubel, pembeli yang ditemui usai membeli sayur sawi mengatakan, harga sayur sampai hari ini masih terbilang cukup murah, sebab rata-rata Rp5.000/ikat, di samping itu sayur buah seperti labu siam yang besar biasanya Rp7.000 sekarang hanya Rp5.000/buah, kemudian ketimun Rp10.000/enam buah, tomat Rp16.000/kg.

“Lumayan, sebab mengimbangi harga sayur lahan kering yang selama ini didatangkan dari daerah lain seperti kentang, wortel, sayur putih, buncis, kecuali sayur kol yang sedikit bergerak naik dari Rp18.000 menjadi Rp20.000/Kg,” ujarnya.

Harga sayur kol ini biasanya bersaing dengan kentang, dimana kentang Rp16.000/Kg kol juga begitu, kalau bergerak turun maka turun sama-sama, jadi hanya sedikit perubahan saat ini.

Ruben, pedagang pasar Mardika yang ditemui juga mengakui, kalau sekarang ini sayur masih dalam tarap normal, sebab persediaan cukup banyak.

“Mudah-mudahan harga berbagai jenis sayur ini bisa terus bertahan, sebab stok cukup banyak, arus pasok dari sentra produksi terutama dari desa-desa yang ada di Pulau Ambon maupun dari Pulau Seram dan Pulau Buru selama ini cukup lancar,” katanya.

Biasanya, lanjutnya,  kalau terjadi kenaikan harga pada saat stok mulai menipis ditambah arus pasokan kurang lancar mengakibatkan terjadi perubahan harga di pasar. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...