Januari 2019, Dinkes Sleman Catat 30 Kasus DBD

205

SLEMAN  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat terjadi 30 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah setempat selama Januari 2019.

“Dari sebanyak 30 kasus DBD tersebut, tidak ada penderita yang meninggal dunia,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinkes Kabupaten Sleman, Dulzaini di Sleman, Sabtu.

Menurut dia, 2019 memang merupakan tahun keempat, di mana setiap empat tahun sekali, jumlah kasus DBD di Sleman hampir selalu mengalami peningkatan.

“Sebagai langkah antisipasi, kami terus menyosialisasikan dan mengajak masyarakat agar menggalakkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing,” katanya.

Ia mengatakan, PSN ini bisa dilakukan dengan gerakan tiga M plus yaitu menguras, menutup, mengubur.

“Plus mendaur ulang barang seperti botol ataupun plastik kemasan makanan dan lainnya,” katanya.

Dulzaini mengatakan, penyebaran nyamuk diperkirakan akan semakin banyak pada Januari hingga Maret 2019, karena pada bulan tersebut merupakan puncak musim hujan.

“Pada puncak musim hujan banyak genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak untuk nyamuk,”ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan PSN harus terus dilakukan karena cara tersebut merupakan yang efektif untuk mencegah penyebaran nyamuk.

“Kami juga terus membentuk kelompok juru pemantau jentik (Jumantik) di wilayah Sleman. Untuk Jumantik, kami lebih kepada membangun karakter anak, baik dari sekolah maupun desa. Penting adanya edukasi untuk PSN,” kata Dulzaini.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan, pihaknya telah menyampaikan imbauan, baik kepada Dinkes maupun Puskesmas untuk proaktif.

“Gerakan Jumantik dilaksanakan terus, karena situasi dan kondisi musim hujan seperti sekarang memang sangat sering terjadi kasus DBD,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...