Jasa Manol Kayu Jadi Pilihan Sejumlah Warga di Penengahan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

179

LAMPUNG — Keberadaan kebun kayu di lokasi yang sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat membuat jasa angkut atau manol kayu menjadi pilihan. Meski memiliki resiko tinggi, pekerjaan tersebut dinilai paling mudah di tengah sulitnya lapangan pekerjaan.

Aris Kurniawan, salah satu manol kayu asal desa Sekurip, Penengahan,Lampung Selatan menyebutkan, jasa angkut menjadi pilihan baginya mendapatkan uang. Meski tak butuh ijazah, namun pekerjaan tersebut membutuhkan keahlian khusus.

“Pada satu kampung setidaknya hanya ada sekitar lima orang yang memiliki keahlian menjadi manol kayu karena harus memiliki kendaraan roda dua khusus serta sudah terbiasa mengangkut barang di kebun dan lahan pertanian,” terang Aris Kurniawan salah satu penyedia jasa manol kayu saat ditemui Cendana News, Selasa (19/2/2019)

Kendaraan yang dipergunakan untuk sarana mengangkut kayu diakui Aris Kurniawan diberi tambahan kayu penyangga yang disebut bangkrak.Kayu penopang di bagian depan serta belakang motor untuk menahan potongan kayu.

“Jenis kayu gelondongan yang dipotong dengan ukuran 1,5 meter disusun pada motor dari lokasi kebun untuk dibawa ke lokasi pengepulan. Maksimal bisa mengangkut sebanyak 8 hingga 10 gelondong kayu,” tambahnya.

Selain diberi bangkrak, kendaraan roda dua untuk manol kerap disiapkan cadangan rantai ban. Hal tersebut agar bisa melintas di jalan licin dan berlumpur terutama saat musim hujan.  Sedangkan antisipasi tergelincir dan jatuh disediakan kayu bercabang yang berfungsi sebagai jagang atau penopang. T

“Kendala saat menjadi penyedia jasa manol kayu terjadi saat musim penghujan. Jalan licin menjadi medan sulit ditambah jarak tempuh yang kerap mencapai lebih dari satu kilometer,” ungkapnya.

Jasa manol kayu menurut Aris Kurniawan dihitung berdasarkan kubikasi dan jarak serta medan jalan yang dilalui. Semakin sulit medan bisa mendongkrak upah. Setiap kubik kayu sesuai dengan kesepakatan diupah sebesar Rp70.000 hingga Rp150.000.

“Semakin banyak kayu yang diangkut oleh penyedia jasa manol kayu maka hasilnya semakin banyak, sepekan bisa mendapat penghasilan ratusan ribu bahkan lebih dari satu juta,” cetus Aris Kurniawan.

Pemeriksaan kendaraan pengangkut kayu sebelum berangkat menuju lokasi kebun. Foto: Henk Widi

Penyedia jasa manol kayu lain bernama Haerudin menyebut jasa yang ditawarkannya bahkan sudah lintas kecamatan. Setidaknya lima kecamatan di wilayah Lampung Selatan kerap mempergunakan jasa timnya. Saat pemilik kebun kayu akan menggunakan jasa, langkah pertama dilakukan dengan survei lokasi dan menghitung jarak.

“Lokasi berkaitan dengan medan jalan yang harus dilintasi sementara jarak berkaitan dengan bahan bakar yang harus dikeluarkan,” bebernya.

Haerudin memastikan kesepakatan antara pemilik kayu dan jasa manol akan saling menguntungkan. Kayu yang diangkut dari lokasi sulit kerap berada di perbukitan dan lereng gunung bisa dibawa ke lokasi mudah diangkut memakai mobil.

Saat jasa manol kayu sedang sepi menunggu panen kayu, Haerudin mengaku ia bersama kawan kawannya menyediakan jasa manol jagung. Pada awal Februari saat puncak musim panen cukup banyak dibutuhkan para pemilik lahan jagung.

Baca Juga
Lihat juga...