Jasa Marga Tunda Kenaikan Tarif Tol Soedijatmo

227

JAKARTA — PT Jasa Marga Tbk mengumumkan bahwa kenaikan tarif tol Prof Dr Ir Soedijatmo ditunda guna sosialisasi yang lebih optimal kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan tol.

“Ditunda sampai waktu yang akan diinformasikan kemudian,” kata AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Tbk, Irra Susiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Rabu malam (13/2/2019).

Ruas Tol Prof Dr Ir Soedijatmo merupakan ruas tol yang menghubungkan Jakarta dengan Bandara Internasioal Soekarno-Hatta. Ruas tol ini melintasi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kota Tangerang.

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) mengumumkan penyesuaian tarif baru untuk ruas Tol Prof Dr Ir Soedijatmo yang akan diberlakukan pada pekan ini.

Sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR yang baru Nomor 121/KPTS/M/2019 tertanggal 6 Februari 2019 tarifnya menjadi Golongan I Rp7.500, Golongan II Rp10.000, Golongan III Rp10.000, jadi Golongan II dan III sama sehingga Golongan III praktis tidak naik.

“Sedangkan Golongan IV dan V mengalami penurunan sehingga masing-masing Rp11.000, Golongan IV turun Rp1.500 dan Golongan V turun Rp4.000,” ujar Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/2).

Dia menjelaskan bahwa sebelum penyesuaian tersebut, tarif Tol Soedijatmo yang berlaku saat ini menurut Keputusan Menteri PUPR Nomor 783/KPTS/M/2016 tanggal 6 Oktober 2016 tarif lama adalah Golongan I Rp7.000, Golongan II Rp8.500, Golongan III Rp10.000, Golongan IV Rp12.500 dan Golongan V Rp15.000.

“Maka dari itu, hal ini merupakan penyesuaian dan tidak ada kenaikan,” ujar Direktur Operasi II Jasa Marga tersebut.

Dia juga menambahkan bahwa penerapan tarif tol yang telah disesuaikan tersebut rencananya pada Kamis 14 Februari 2019 pukul 00:00 WIB.

Penyesuaian tarif tol ini telah diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan PP Nomor 30 Tahun 2017 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Berdasarkan regulasi tersebut, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi. (Ant)

Lihat juga...