hut

Jelang Imlek, Vihara Dharma Sasana Kalianda Berbenah

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Jelang perayaan tahun baru China atau dikenal dengan Imlek, Vihara Dharma Sasana di Jalan Pratu M. Yusuf No. 98 Kalianda Lampung Selatan mulai berbenah.

Suhaemi, salah satu petugas penjaga vihara tersebut mengaku, langkah persiapan dilakukan dengan membersihkan lingkungan di sekitar vihara umat Budha tersebut. Sejumlah tempat untuk berdoa di antaranya altar, hiolo (tempat dupa) serta penyiapan sejumlah peralatan untuk doa.

Sesuai tradisi etnis Tionghoa, Suhaemi menyebut, sejumlah keluarga akan merayakan pergantian tahun baru Imlek.

Pada tahun 2019 sesuai kalender Masehi diperingati sebagai tahun Imlek 2570. Vihara Dharma Sasana diakuinya akan mulai ramai dikunjungi satu hari jelang Imlek atau pada Senin (4/2) dengan malam pergantian tahun.

Sejumlah umat Budha yang akan bersembahyang telah disiapkan hio atau dupa serta lilin untuk berdoa.

Di vihara tersebut, menurut Suhaemi, disediakan sejumlah lilin dengan ukuran sekitar 10 kati, 50 kati hingga 100 kati. Lilin tersebut ditempatkan di sejumlah tempat jelang pergantian tahun yang diletakkan di dekat altar utama serta altar untuk para dewa.

Sejumlah umat Budha yang akan merayakan Imlek disebut Suhaemi selain berasal dari Kalianda sebagian berasal dari Jakarta dan kota lain. Namun libur tahun baru Imlek yang pendek dipastikan umat yang bersembahyang di Vihara Dharma Sasana akan lebih sepi dibanding tahun sebelumnya.

“Persiapan tetap dilakukan dengan pembersihan halaman serta sejumlah altar untuk berdoa, agar umat yang berdoa di vihara kami lebih khusuk dan nyaman. Menanti pergantian tahun baru Imlek,” terang Suhaemi selaku salah satu petugas penjaga Vihara Dharma Sasana, saat ditemui Cendana News, Minggu (3/2/2019).

Lokasi vihara Dharma Sasana yang berada tidak jauh dari pantai Kalianda terdampak tsunami diakui Suhaemi juga akan terlihat berbeda pada tahun ini dalam perayaan Imlek. Jika tahun sebelumnya malam Imlek akan diisi dengan kembang api serta petasan atau mercon, suasana akan lebih hening.

Bentuk rasa penghormatan bagi korban tsunami sekaligus suasana berduka disebutnya membuat Imlek masih dirayakan dalam suasana keprihatinan.

Jelang perayaan Imlek 2570 kepala Vihara Dharma Sasana Kalianda, Gunawan Salim, menyebut, berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebagai sebuah perayaan pergantian tahun yang merupakan sebuah ungkapan kebahagiaan etnis Tionghoa, perayaan Imlek tidak identik dengan perayaan keagamaan.

Imlek disebutnya bahkan dirayakan oleh setiap etnis Tionghoa meski berasal dari berbagai agama diantaranya Kristen, Budha, Konghucu.

Gunawan Salim, kepala vihara Dharma Sasana Kalianda – Foto: Henk Widi

“Meski tetap dirayakan namun Imlek di Kalianda kita tetap menghormati saudara yang tertimpa musibah tsunami jadi tidak terlalu meriah, cukup dalam kesederhanaan,“ beber Gunawan Salim.

Ia juga menyebut, perayaan yang digelar juga tidak terlalu istimewa karena kondisi perekonomian masyarakat sedang tidak baik. Pergantian tahun dari tahun Anjing menuju tahun Babi Tanah disebutnya menjadi momen perenungan untuk intropeksi diri atas berbagai musibah yang terjadi di tanah air.

Gunawan Salim juga menyebut sebagai sebuah perayaan budaya etnis Tionghoa, Imlek banyak dirayakan dalam keluarga.

Bentuk keprihatinan akan musibah tsunami di Lamsel diakui Gunawan Salim juga menjadi perhatian bagi etnis Tionghoa khususnya yang beragama Budha. Sepanjang masa tanggap darurat hingga masa recovery vihara Dharma Sasana bahkan menjadi salah satu gudang logistik bagi pengungsi.

Gunawan Salim menyebut bantuan logistik berupa bahan makanan instan disalurkan kepada masyarakat pesisir Way Muli dan Kunjir serta wilayah pesisir terdampak tsunami.

Pada pergantian Imlek tahun ini, Gunawan Salim juga menyebut, sejumlah keluarga dipastikan memilih untuk tidak pulang. Liburan yang singkat sekaligus kondisi perekonomian yang belum stabil membuat keluarga yang biasanya pulang ke Kalianda menunda untuk berkumpul bersama keluarga.

Meski demikian sejumlah perwakilan keluarga kerap membawakan lilin sebagai tanda kehadiran keluarga di Vihara Dharma Sasana. Selain itu Imlek menjadi momen untuk berbagi dalam bentuk donasi bagi warga Lamsel terdampak tsunami.

Personel Satuan Sabhara Polres Lampung Selatan dipimpin Kanit Patroli Sat Sabhara Polres Lamsel, Ipda Nyoman Nala (kedua dari kiri) melakukan pengamanan di Vihara Dharma Sasana Kalianda jelang Imlek – Foto: Henk Widi

Pantauan Cendana News sejumlah personel Satuan Sabhara Polres Lampung Selatan mendatangi Vihara Dharma Sasana.

Iptu I Nyoman Laya kepala unit Sabhara Polres Lamsel menyebut personel polisi melakukan pemeriksaan terkait kesiapan vihara tersebut dalam menyambut Imlek.

Perayaan yang akan dilakukan oleh umat Budha pada Senin malam (4/2) dipastikan akan mendapat pengamanan dari petugas kepolisian.

Langkah tersebut dilakukan untuk memberi kenyamanan bagi umat untuk bersembahyang.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!