Jelang Panen Raya, Harga Beras di Palu Stabil

156
Beras, ilustrasi -Dok: CDN

PALU — Harga beras di tingkat pengecer di Palu, Sulawesi Tengah, hingga kini stabil dan terkendali menjelang panen raya antara Maret-April 2018.

Kepala Bidang Pelayanan Publik dan OPP Perum Bulog Sulteng, Amir Sube, mengatakan pasokan beras dari petani ke pasar-pasar tradisional di Ibu Kota Provinsi Sulteng itu cukup lancar meski panen raya baru akan berlangsung bulan depan.

Stok berbagai jenis beras yang dikuasai para pedagang di pasar tradisional maupun modern di kota itu cukup memadai, meski permintaan masyarakat meningkat, sebutnya di Palu, Selasa (12/2/2019).

Bahkan, kata dia, dalam upaya menjaga kestabilan harga beras di pasaran, Bulog Sulteng melaksanakan intervensi pasar dengan menjual beras medium maupun premium.

Bulog, selain membeli beras medium untuk disalurkan kepada penerima bansos rastra, juga menyediakan beras dengan kualitas terbaik dijual kepada konsumen.

Menurut dia, intervensi pasar yang dilakukan Bulog cukup berhasil menjaga stabilisasi harga beras di tingkat pengecer.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Zainuddin Hak, juga mengaku harga beras di tingkat pengecer relatif stabil.

Pemerintah melalui TPID (Tim Pengendali Inflansi Daerah) bersama satgas pangan rutin memantau perkembangan stok dan harga bahan pokok dan lainnya di pasaran.

Karena itu, para pedagang enggan menaikan harga sepihak, sebab selain stok cukup memadai, TPID dan satgas pangan juga rutin turun ke pasar-pasar tradisional maupun modern untuk melakukan pengawasan terhadap bahan-bahan kebutuhan pokok dan trategis lainnya agar pedagang tidak seenaknya menaikkan harga.

Pantauan di tiga pasar tradisional di Palu yakni Masomba, Bambaru dan Manonda, harga beras medium berkisar antara Rp8.500 s/d Rp9.000/kg dan beras premium Rp10.000 s/dRp12.500/kg. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...