hut

Jembatan di Yalimo Putus, Penanganan Butuh Tiga Bulan

JAYAPURA – Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) XI Papua membutuhkan waktu tiga bulan untuk mengerjakan pembangunan jembatan Yalimo di ruas jalan Trans Papua poros Jayapura-Wamena.

Lamanya pengerjaan pembangunan jembatan tersebut disebabkan bahan baku jembatan saat ini kosong sehingga harus memesan dan mendatangkan dari Jakarta, kata Kepala BBPJN Papua, Osman Marbun di Jayapura, Minggu.

Ia mengatakan, jembatan yang membentang di atas sungai Yalimo, Kabupaten Yalimo putus sejak Minggu (3/2) akibat hujan deras yang melanda kawasan tersebut.

Akibatnya ruas jalan Jayapura-Wamena sepanjang 575 km tidak dapat dilalui karena jembatan tersebut merupakan salah satu jembatan penghubung, kata Marbun yang menambahkan, jembatan yang putus itu merupakan jembatan sementara atau biasa disebut jembatan bally .

Namun akibat persediaan kerangka jembatan kosong maka tidak dapat langsung dikerjakan karena harus menunggu pengiriman dari Jakarta.

Mudah-mudahan kerangka jembatan tersebut segera tiba di Jayapura sehingga dapat dikerjakan dan selesai lebih awal, kata Marbun.

Menurut dia, dengan putusnya jembatan tersebut menyebabkan ruas jalan Jayapura-Wamena tidak dapat dilewati sehingga para pekerja dapat fokus mengerjakan pembangunan jalan.

Ruas jalan Jayapura-Wamena masih banyak yang berupa jalan tanah karena saat ini dalam pengerjaan penurunan ketinggian, namun tidak dapat dilaksanakan secara total. Karena sebelum jembatan putus pengerjaan jalan harus dihentikan, saat kendaraan masyarakat melintas setiap Sabtu dan Minggu.

“Sebelum putus setiap minggu sekitar 150-an kendaraan melintas di ruas jalan Jayapura-Wamena dengan mengangkut berbagai bahan kebutuhan masyarakat,” kata Marbun. (Ant)

Lihat juga...