Jeruk Kasturi, Buah Pembawa Hoki yang Kaya Manfaat

Editor: Mahadeva

603
Pohon jeruk kasturi koleksi Nursery Taman Buah Mekarsari - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Jarang dikenal namanya, Jeruk Kasturi memiliki banyak manfaat. Kesegaran jeruk sebagai minuman maupun manfaatnya pada kesehatan, bukanlah suatu hal baru. Tetapi, jarang sekali masyarakat mengenal variabel jeruk yang ada di pasaran. Salah satunya adalah jeruk kasturi, yang memiliki manfaat sebagai anti oksidan.

Kandungan berbagai mineral dan vitamin yang ada di dalam 100 gram buah jeruk kasturi diantaranya, karbohidrat tiga persen, asam askorbat 0,1 persen, asam sitrat tiga persen, kalium 37 miligram (mg), vitamin C 7,3 mg, vitamin A 57,4 mg, kalsium 8,4 mg dan air 15,5 gr. Kulit buahnya tercatat juga mengandung minyak esensial dan asam askorbat.

Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Sodikin, menyebut, pengembangbiakan jeruk kasturi bisa dilakukan secara generatif maupun vegetatif. “Jeruk kasturi bisa dikembangbiakan menggunakan biji. Tapi bisa juga menggunakan sistem vegetatif, yaitu dengan stek atau okulasi. Jika kita bicara tentang keefektifan, maka saya bisa sampaikan bahwa okulasi jauh lebih efektif,” kata Sodikin, Selasa (12/2/2019).

Rasa asam dari jeruk kasturi termasuk grade tinggi. Sehingga, tidak bisa dikonsumsi secara langsung. Biasanya, masyarakat akan mencampurnya dengan air dan gula. “Saat masih muda, buah jeruk kasturi berwarna hijau. Tapi kalau sudah matang, berwarna kuning terang. Biasanya orang mulai mengolahnya saat warna kulit jeruk sudah mulai bergeser ke kuning,” tambah Sodikin.

Dari warna kulit, jeruk kasturi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Citrofortunella microcarpa, yang memiliki gradasi warna kuning kehijauan. Kemudian Citrofortunella mitis, yang berwarna kuning mencolok.  “Kalau yang ada di Mekarsari ini termasuk Citrus calamondin. Jenis yang biasa ditemui di seluruh wilayah Asia Tenggara, terutama di daratan Cina dan Phillipina. Bagi masyarakat Tionghoa, jeruk kasturi dianggap membawa keberuntungan. Sehingga mereka sering menanamnya di dalam rumah atau di pekarangan,” urai Sodikin.

Pohon jeruk kasturi, mampu tumbuh tinggi antara dua hingga tujuh meter. Memiliki akar tunggang. Tapi di Mekarsari, biasa ditanam di dalam tambulampot atau jika di tanah, dilakukan pemangkasan untuk menjaga agar tidak menjadi tinggi.  “Batang jeruk kasturi itu ramping dan silindris, cabangnya padat, daun dan batangnya mengembang ke samping. Dan yang patut diperhatikan juga, batangnya berduri,” jelas Sodikin.

Daunnya berbentuk oval dengan warna hijau gelap. Permukaan atas daun mengkilap, dan bagian bawah daun berwarna hijau. Ukuran daunnya antara empat hingga tujuh sentimeter. “Di bagian dekat tangkai, daunnya bertepi halus. Sementara dibagikan pucuk, semakin bergerigi,” urai Sodikin.

Bunga jeruk kasturi termasuk jenis bunga majemuk. Artinya, putik dan benang sari berada di dalam satu bunga satu pohon. Bentuk bunganya seperti bintang, dan berada di ujung cabang.  “Jeruk kasturi mampu melakukan pembuahan sendiri tanpa pohon lainnya. Karena putik dan benang sari ada di satu lokasi,” jelas Sodikin.

Tanaman jeruk kasturi, paling bagus ditanam di daerah yang bersuhu panas. Bunga akan mulai muncul di tahun kedua. “Tanaman kasturi ini tetap bisa tumbuh dalam kondisi udara yang dingin. Tapi, besar kemungkinan akan sulit untuk berbuah,” ucap Sodikin.

Beberapa hama yang biasa muncul saat kita menanam jeruk kasturi adalah belalang dan ulat daun. “Hama bisa dihadapi dengan pestisida jika sudah dalam tahap serangan berat. Jika masih ringan, sebaiknya diambil manual saja ulat atau belalangnya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...