hut

Jumlah Kasus DBD di Kupang Turun Drastis

Pencegahan DBD dengan fogging, ilustrasi -Dok: CDN

KUPANG – Kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengalami penurunan dari 23 kasus menjadi delapan kasus setiap hari.

“Kasus DBD di Kota Kupang saat ini semakin menurun. Setiap hari, ada delapan kasus DBD yang ditangani oleh petugas kesehatan Kota Kupang,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsi, ketika ditemui wartawan di Kupang, Senin (11/2/2019).

Sri menjelaskan hal itu, terkait upaya pemerintah Kota Kupang dalam melakukan pengendalian kasus KLB DBD yang merebak di daerah ini sejak Januari 2019.

Menurut Sri, penderita DBD yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan ke Puskesmas maupun RSUD SK Lerik sebelum penetapan KLB mencapai 23 kasus.

“Penurunan kasus KLB DBD, sangat besar. Pada Januari setiap hari ada 23 kasus DBD, namun sejak pekan lalu mulai menurun hanya delapan kasus DBD,” tegas Sri.

Sri mengatakan, kasus DBD yang merebak di ibu kota provinsi NTT sejak Januari 2019, telah menyebabkan 305 warga Kota kupang menjadi korban.

Sri menambahkan, penurunan kasus DBD, karena adanya dukungan berbagai pihak yang gencar melakukan pembersihan sarang nyamuk (PSN) di berbagai daerah yang terdampak DBD.

“Penurunan kasus DBD ini sangat drastis, karena masyarakat mulai menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pola 3M, untuk menghindari adanya sarang nyamuk aides agaypti.

Kendati demikian, kata Sri, masih ditemukan juga banyak tempat-tempat yang kurang bersih di lingkungan masyarakat, sehingga menjadi potensi adanya sarang nyamuk aides aegypti.

“Kami berharap, masyarakat Kota Kupang tetap waspada sekali pun kasus DBD semakin menurun. Potensi kasus DBD masih ada, karena masih terjadi hujan. Kami harapkan jumlah kasus DBD terus menurun dalam bulan Februari ini,” kata Sri. (Ant)

Lihat juga...