Jumlah Korban Meninggal Akibat Kecelakaan di Sikka Turun

Editor: Mahadeva

244

MAUMERE – Jumlah korban meninggal dunia karena kecelakaan lalulintas di Kabupaten Sikka menurun. Di 2018 dari 71 kejadian kecelakaan, tercatat ada 24 orang meninggal. Sementara di 2017, dari 70 kecelakaan lalu lintas jumlah korban meninggalnya ada 32 orang. Korban luka berat ada empat orang dan luka ringan ada 86 orang dengan kerugian material Rp105 juta.

Kasat Lantas Polres Sikka Leyfrids D.Mada,SH. Foto : Ebed de Rosary

“Selama 2018 jumlah kecelakaan lalu lintas bertambah satu kasus menjadi 71 kasus. Korban meninggal dunia turun delapan orang menjadi 24 orang. Korban luka berat tujuh orang, sementara luka ringan 94 orang, kerugian material Rp70,2 juta,” ungkap Kasat Lantas Polres Sikka, Iptu Leyfrids D. Mada, SH, Minggu (3/2/2019).

Penurun jumlah korban jiwa tersebut diklaim, terjadi sejak 2017 lalu. Hal itu dikarenakan Satuan Lantas Polres Sikka gencar menggelar razia. Termasuk memberikan penyadaran etika berlalulintas kepada pengendara. “Hampir semua sekolah di Kota Maumere, dari SMP sampai SMA atau sederajat selama 2018 sudah kami datangi untuk sosialisasi. Kami juga berbicara dan memberikan himbauan melalui radio dan dampaknya sudah mulai terasa,” tambahnya.

Saat ini, setiap pagi, sekira pukul 06.30 hingga 07.30 WITA,  Satlantas Polres Sikka selalu menempatkan petugas untuk membantu mengatur lalu lintas di setiap persimpangan, baik perempatan maupun pertigaan dan seputaran kompleks sekolah. “Pagi, biasanya volume kendaraan meningkat, dan pengendara terburu-buru, khususnya anak sekolah yang mengendarai sepeda motor. Penempatan anggota, bisa mencegah dan membantu menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas,” tuturnya.

Frid menyebut, kecelakaan terjadi karena perilaku tidak tertib berkendara. Masih banyak yang mengendari motor berboncengan tiga orang, tidak mengenakan helm, serta menumpang truk atau kendaraan bak terbuka, yang seharusnya untuk angkutan barang.

“Melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi dan mengantuk. Selain itu, masih ada kasus kecelakaan akibat pengendara mengemudikan kendaraan meski dalam keadaan mabuk akibat mengkonsumsi minuman keras,” jelasnya.

Anggota DPRD Sikka, Yani Making, mengapresiasi langkah yang dilakukan Polres Sikka, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, apa yang telah didapatkan tersebut menjadi sebuah prestasi, karena kebiasaan pengendara yang belum tertib dan taat terhadap aturan lalu lintas. “Masih banyak anak-anak yang berusia di bawah 17 tahun, mengendarai sepeda motor di jalanan umum terutama saat hari Sabtu dan Minggu. Selain itu masih ada pengendara yang nekat menerobos lampu merah,” sebutnya.

Yani, juga mengapresiasi aparat kepolisian yang selalu berjaga di rumah ibadat, baik di masjid saat sholat Jumat maupun di gereja saat kebaktian dan misa di hari minggu. Dengan begitu, tidak terjadi kemacetan, dan pengendara lebih berhati-hati saat melintas di depan rumah ibadah yang sedang ramai untuk beribadah.

Lihat juga...