Kadis PMD Sikka Minta Kontraktor Beli Pukat untuk Nelayan

Editor: Satmoko Budi Santoso

188

MAUMERE – Pengadaan perahu motor serta pukat yang menggunakan dana desa terkatung-katung selama 2 tahun lebih. Kontraktor terkesan tidak mau menyelesaikan kewajibannya tepat waktu sesuai dengan perjanjian yang dibuat antara pemerintah Desa Wolonwalu dan pihak kontraktor.

“Saya minta dalam 2 hari permasalahan ini harus segera diselesaikan. Segera minta kontraktor untuk menyelesaikan kewajibannya, karena permasalahan ini sudah terlalu lama,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Robertus Ray, Jumat (1/2/2019).

Dikatakan Robert, bila permasalahan ini diproses hukum, maka pihak kontraktor dan pemerintah desa bisa terlibat .Namun pihaknya ingin agar permasalahan ini harus segera diselesaikan dalam tenggat waktu dua hari.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Robertus Ray. Foto: Ebed de Rosary

“Saya minta agar ini diselesaikan dalam dua hari agar kelompok nelayan yang menerima bantuan bisa segera melaut. Saya tidak mau tahu mau menggunakan uang pribadi atau dari kontraktor yang penting harus diberesi segera,” tegasnya.

Kepala Desa Wolonwalu, Kecamatan Bola, Inocensia, menjelaskan, pada tahun 2017, pihaknya menganggarkan pembelian perahu motor sepanjang 11 meter dan lebar 1,5 meter. Menggunakan mesin 24 PK serta pukat bagi kelompok nelayan Cinta Laut yang beranggotakan 10 orang.

“Waktu pelaksanaan hingga bulan November 2017 seharusnya sudah selesai. Namun dalam perjalanannya hingga bulan Maret 2018 saat LKPJ kepala desa belum juga selesai. Pembayarannya sudah diselesaikan oleh pihak Kamoi sebesar Rp50juta,” ungkapnya.

Tahap pertama, kata Inocensia, dibayar Rp5 juta. Sementara tahap kedua Rp45 juta, seharusnya tidak dibayar penuh sebelum perahu motor sudah tiba di lokasi. Pemerintah desa membayar penuh, sebab kata kontraktornya, kalau dibayar penuh, maka bisa diselesaikan sesuai jadwal.

“Bulan Mei 2018 saat pertemuan bersama Camat Bola dan BPD Desa Wolonwalu serta kontraktor CV. Citra Bahari, pihak kontraktor berjanji akan menyelesaikan pengerjaan sampai tanggal 4 Oktober 2018. Namun sampai tanggal yang dijanjikan pekerjaan belum selesai,” jelasnya.

Camat Bola, sebut Inocensia, mengatakan, bila hingga tanggal 31 Desember perahu motor belum selesai maka akan dibuatkan temuan. Tanggal 29 Desember 2018 perahu motor selesai, namun belum bisa dibawa ke Desa Wolonwalu melalui laut karena cuaca sedang angin kencang.

“Kami juga tidak memiliki dana untuk menyewa mobil tronton untuk membawa perahu motor tersebut ke desa kami. Tanggal 11 Januari 2019 baru perahu motor tersebut diserahkan, namun kontraktor belum mengantar satu unit pukat,” jelasnya.

Pihak kontraktor menyebutkan, dananya sudah habis dan pihaknya belum memiliki uang. Harga pukat Rp1,2 juta dimana pihak pemerintah Desa Wolonwalu sedang berusaha agar pukat tersebut bisa segera dibeli.

Masyarakat Desa Wolonwalu mendatangai kantor Bupati Sikka mengadukan berbagai permasalahan yang terjadi di Desa Wolonwalu termasuk pembangunan jalan desa, turap, bak penampung air hujan serta pengadaan perahu motor.

Warga menilai, kepala desa menyalahi aturan dan meminta Bupati Sikka agar menginstruksikan Inspektorat Kabupaten Sikka untuk melakukan pemeriksaan kepada kepala desa dan perangkatnya.

Baca Juga
Lihat juga...