Kadispendukcapil Surabaya Diberhentikan, Wali Kota Harap Layanan Lebih Mudah

275
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini -Dok: CDN

SURABAYA — Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya, Suharto Wardoyo, resmi diberhentikan dari jabatannya berdasarkan Surat Perintah Wali Kota Surabaya Nomor 821/1571/436.8.3/2019 tertanggal 9 Februari 2019.

“Dengan ini saya berharap, layanan (Dispendukcapil) itu lebih mudah. Jadi masyarakat tidak perlu menunggu lama,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat melantik 55 pejabat struktural di Balai Kota Surabaya, Senin (11/2/2019).

Suharto Wardoyo yang semula menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, kini menjadi Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan.

Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya Agus Imam Sonhaji menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dispendukcapil.

Pelantikan tersebut berdasarkan atas keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor: 821.22-8571 tahun 2018 tanggal 30 November tentang Pemberhentian dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya.

Selain itu, Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 821.22-8812 Tahun 2018 tanggal 28 Desember 2018 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya.

Begitu juga Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor: 821.23-3152 DUKCAPIL Tahun 2018 tanggal 13 November 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan Administrator selaku Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya.

Terakhir berdasarkan Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor: 821.2/1570/436.8.3/2019 tanggal 8 Februari 2019 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi, Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Dengan dilantik Kepala Dispendukcapil yang baru, Wali Kota Risma berharap agar layanan kependudukan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu, ke depannya supaya lebih meningkat. Dengan begitu, masyarakat yang melakukan pengurusan surat menyurat mendapat layanan yang lebih optimal.

Risma juga mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru saja dilantik, agar mulai beradaptasi dengan posisi jabatan dan lingkungan kerja yang baru.

Menurutnya dengan menjadi ASN, seseorang telah diberikan kelebihan oleh Tuhan. Maka dari itu, ia berpesan agar mandat yang telah diberikan Tuhan itu agar tetap dijaga. “Kami mengigatkan juga kepada para pejabat yang baru saja dilantik, agar tetap memaksimalkan layanan untuk masyarakat,” katanya lagi.

Pihaknya mengimbau kepada para pejabat yang dilantik untuk mulai belajar dan tidak malu bertanya jika ada yang tidak dimengerti.

“Apa yang kita kerjakan ini nanti harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Karena itu, saya ingin sampaikan ayo kita belajar, kita sudah ditunggu oleh masyarakat,” katanya pula.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini, juga menyebut bahwa pelantikan dan rotasi pejabat ini dilakukan untuk meningkatkan benefit kerja pelayanan bagi masyarakat. Ia berharap, ke depan warga Surabaya mendapat layanan yang optimal.

Risma juga menyampaikan bahwa selama ini, ia bekerja bukan semata-mata untuk mendapat sebuah penghargaan atau apresiasi dari berbagai pihak melainkan tujuan utamanya adalah bagaimana agar warga Surabaya bisa lebih sejahtera ke depannya.

“Saya sampaikan, saya tidak pernah mengejar penghargaan. Bukan tujuan utama penghargaan itu. Tapi rakyat yang lebih sejahtera, itu tujuan saya,” katanya. (Ant)

Lihat juga...