Kelola Listrik di Pulau Pramuka, Pemprov DKI Gandeng BPPT

Editor: Satmoko Budi Santoso

255

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani perjanjian kerja sama terkait pembangunan sistem koneksi jaringan kelistrikan microgrid di Pulau Pramuka.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan, dengan adanya kerja sama ini bertujuan untuk menghadirkan teknologi jaringan pengelolaan kelistrikan, dalam rangka penerapan energi yang efisien, handal dan ramah lingkungan sebagai solusi pemecahan masalah energi di Kepulauan Seribu.

“Alhamdulillah proses panjang ini memasuki babak baru. Kita berharap bersama, ini memulai terobosan atas kebutuhan energi di Kepuaauan Seribu. Karena masalah mendasar pulau adalah distribusi energi, sehingga membutuhkan teknologi yang mumpuni,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).

Dia mengakui, tidak mudah menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di Kepulauan Seribu termasuk mengenai energi listrik. Menurut Anies, salah satu kendala yang dihadapi adalah soal akses.

“Salah satu masalah yang mendasar di kepulauan seribu adalah distribusi energi, karena kita tahu menjangkau berbagai wilayah dengan jarak batas laut bukan persoalan yang sederhana,” ujarnya.

Anies menyambut baik kerja sama antara Pemprov DKI dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tentang pembangunan sistem koneksi jaringan kelistrikan microgrid di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Namun Anies belum mendetilkan bagaimana bentuk kerja sama ini. Orang nomor satu itu merasa kerja sama tersebut adalah langkah baru yang harus didukung.

“Terobosan yang dibuat kali ini akan bisa benar-benar memberikan solusi kepada masyarakat di Kepulauan Seribu,” ujar Anies.

Anies mengatakan. bila penyediaan listrik di Kepulauan Seribu berhasil, maka akan bisa menjadi contoh penyediaan listrik di pulau-pulau lain di Indonesia.

“Kami ini Kepulauan Seribu menjadi contoh, meski pulau-pulau terkecil dapat dimulai dengan baik,” sebut Anies.

Anies juga menyampaikan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terbuka menyambut segala jenis terobosan yang memberikan dampak pada warga Jakarta, salah satunya sistem kelistrikan microgrid ini.

“Insyaallah teknologi yang dikerjakan ini memberikan solusi, dan kita di Pemprov DKI sangat terbuka atas terobosan yang diaplikasikan ke warga,” tambahnya.

Selain itu, permasalahan yang ada di Kepulauan Seribu, kata Anies, harus sesegera mungkin dicarikan solusi karena posisi Kepulauan Seribu yang juga berdekatan dengan pusat pemerintahan.

“Jika kita berhasil menyelesaikan masalah ketersediaan energi di Kepulauan Seribu yang notabene dekat dengan pemerintahan pusat, maka kita bisa menyediakan energi ke seluruh pulau di Indonesia,” paparnya.

Sedangkan Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material, Eniya Listiani Dewi menjelaskan, sistem koneksi jaringan microgrid diperlukan untuk melayani beban kelistrikan di Kantor Bupati Administrasi Kepulauan Seribu, RSUD Kepulauan Seribu, dan SMA 69 Kepulauan Seribu.

“Ini merupakan kerja sama BPPT dengan Chungbuk National University, Korea Koema Expert. Dan akan dimulai di Pulau Pramuka guna menjaga beban energi di tempat-tempat rentan krisis energi, seperti rumah sakit, kantor pemerintah, dan sekolah,” tandasnya.

Eniya mengatakan, teknologi ini sudah teruji. Dia berharap pasokan listrik tidak hanya menyuplai energi listrik tapi juga digunakan untuk wisata pendidikan.

“Kami berharap bukan hanya suplai rumah sakit, bisa dijadikan eduwisata. Jadi yang di sana bisa menarik,” jelasnya.

Perlu diketahui, sistem teknologi smart microgrid terdiri atas intelligent inverter yang dapat mengonversikan sumber energi baru dan terbarukan untuk menyuplai beban listrik.

Kemudian, kelebihan energi listrik disimpan dalam baterai yang dapat digunakan saat pasokan listrik utama mengalami gangguan. Penerapan instalasi smart microgrid juga mampu memisahkan diri dari jaringan listrik tradisional dan bekerja secara terpisah dengan mesin disel sebagai cadangan pengganti.

Ada pun keuntungan dengan penerapan smart microgrid ini, warga dapat memanfaatkan energi baru dan terbarukan, sehingga mengurangi emisi karbon.

Selain itu, adanya sistem microgrid juga mampu menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari instalasi listrik PLN, tetapi tinggal dalam satu wilayah.

Lihat juga...