hut

Kelurahan Telukpucung Dapat Jatah Seribu Bidang Prona PTSL 

Editor: Mahadeva

Muhamad AR, Lurah Telukpucung, Bekasi utara - Foto M Amin

BEKASI — Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, mendapat bagian sertifikasi 1.000 bidang tanah. Kegiatannya melalui Program Nasional (Prona) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Jatah tersebut, merupakan pengurangan jatah prona untuk wilayah Kelurahan Kaliabang Tengah, yang mendapat 8.000 bidang. “Kelurahan Telukpucung, panitianya baru dibentuk, karena di kelurahan ini terakhir mendapatkan program PTSL. Itupun, setelah Tokoh Masyarakat memohon kepada camat, agar Kelurahan Telukpucung bisa mendapatkan jatah Prona,” kata Lurah Telukpucung, Muhamad AR, kepada Cendana News, Rabu (6/2/2019).

Dikatakannya, di Kecamatan Bekasi Utara di 2019, mendapat jatah 20 ribu bidang tanah di program nasional  PTSL. Dengan penambahan kuota 1.000 bidang di Kelurahan Telukpucung, tidak menambahkan kuota menjadi 21 ribu, karena jatah Telukpucung mengurangi  jatah di wilayah Kelurahan Kaliabang Tengah.

Kelurahan Telukpucung, melalui Program PTSL, akan fokus di lima RW non perumahan. Sementara untuk perumahan, saat akad kredit tentu sudah memiliki sertifikat. Di Kota Bekasi pada 2019 ini, yang mendapatkan Prona PTSL adalah Bekasi Barat dan Utara.

“Di Kecamatan Bekasi Utara, semua yang terlibat dalam Program Nasional PTSL untuk melakukan pendataan melibatkan tokoh masyarakat diluar Tenaga Kerja Kontrak (TKK) dan PNS, mulai dari penerimaan berkas dan lainnya. Masyarakat yang dilibatkan akan diberi SK oleh camat,” papar Muhamad.

Biaya pengurusan Prona PTSL, hanya dibebankan Rp150 ribu, untuk satu bidang tanah. Hal itu, sesuai dengan program dari pemerintah pusat. Tetapi hal tersebut, berlaku bagi warga yang dinyatakan lolos verifikasi.

Diimbau, petugas yang telah dipercaya melakukan pendataan, dari mulai pemberkasan sampai proses sertifikasi selesai, untuk tidak nakal. Kelurahan tidak bertanggungjawab pada kegiatanya, mengingat semua kewenangan sudah diberikan kepada petugas di lapangan. “Saya akan buat selebaran khusus, yang akan ditempel dibagian pelayanan di Kelurahan Telukpucung, bahwa biaya pengurusan PTSL hanya Rp150 ribu, jika ada penarikan lebih di lapangan, harap melapor di Kelurahan,” tandasnya.

Dalam pendataan, Muhamad AR mengklaim akan mengikuti intruksi dari kejaksaan, bahwa mengatakan tanah tidak akan bergerak. Yang selalu bergerak dan berubah adalah surat sertifikatnya. Untuk itu agar lebih maksimal, akan dilakukan pematokan ulang dengan melibatkan sempadan tanah.

Lihat juga...