hut

Kemenag Buka Seleksi Petugas Penyelenggara Haji

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Kementerian Agama kembali membuka proses seleksi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Proses seleksi PPIH dari Kementerian Agama (Kemenag) akan dimulai 25 Februari 2019.

“Seleksi di kabupaten dan kota, digelar serentak Senin (25/2/2019) mendatang,” kata Direktur Bina Haji, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Khoirizi, Kamis (21/2/2019).

Proses seleksi terbagi menjadi dua, yakni seleksi di tingkat Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi dan Eselon I Pusat. Untuk seleksi tingkat Kanwil, dilakukan berjenjang, dari tingkat Kemenag Kabupaten dan Kota.  Kemudian seleksi kabupaten dan kota, diikuti ASN Kantor Kemenag, termasuk guru madrasah, penyuluh, dan penghulu KUA serta tenaga profesional lain.

Tahapan seleksi petugas haji – FotKemenag / Lina Fitria

Tahapan seleksi tingkat kabupaten dan kota, meliputi seleksi administrasi dan seleksi kompetensi atau tes tertulis.  “Kantor kemenag kabupaten dan kota, akan memilih peserta terbaik, sejumlah dua kali lipat dari kuota yang ditetapkan untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi. Hasil seleksi akan diumumkan pada 28 Februari di Kankemenag setempat,” jelasnya.

Peserta yang lolos seleksi di kabupaten dan kota, akan mengikuti seleksi tingkat provinsi, yang dilaksanakan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi, pada 5 Maret 2019. Seleksi tingkat provinsi berupa tes kompetensi berbasis CAT dan wawancara atau praktek.  “Hasil seleksi tingkat provinsi akan diumumkan pada 8 Maret di Kanwil Kemenag Provinsi,” terangnya.

Kakanwil selanjutnya akan melaporkan hasil seleksi ke Ditjen PHU, untuk ditetapkan sebagai PPIH Arab Saudi 1440H/2019M. “Untuk seleksi di tingkat Eselon I, akan digelar pada 4 April, di Arama Haji Pondok Gede,” tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama dan DPR sudah menyepakati besaran BPIH 1440H/2019M. Rata-rata BPIH adalah Rp35.235.603. Tahap selanjutnya, menunggu terbitnya Keppres BPIH yang sekaligus menandai dimulainya proses pelunasan. Saat pelunasan BPIH, jamaah haji akan mendapatkan buku manasik, yang bisa menjadi bahan bacaan dan bekal saat mengikuti kegiatan pembekalan di KUA.

Selanjutnya, Kemenag akan mempercepat distribusi buku manasik ke Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), agar bisa langsung dibagikan ke jamaah haji melakukan pelunasan. “Paket buku sekarang dalam persetujuan Dammy. Kami targetkan akhir Februari 2019 sudah terdistribusi ke seluruh BPS BPIH,” tuturnya.

Distribusi lebih awal, menjadi komitmen Kemenag untuk penyelenggaraan haji di tahun ini. Harapannya, buku tersebut bisa menjadi bahan bacaan jamaah, untuk memahami prosesi haji yang akan mereka jalani.

Lihat juga...