Kepala Sekolah Diminta Tepat Waktu Sampaikan Dapodik

272
Ilustrasi suasana belajar di dalam kelas - Foto Dokumentasi CDN

PONTIANAK – Seluruh Kepala Sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, diminta segera menyerahkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Penyerahan diminta tepat waktu.

Namun demikian, penyusunan dapok diminta tetap secara teliti sesuai sistem aplikasi dari pemerintah pusat. “Ketelitian dalam mengisi Dapodik, sangat berpengaruh dalam validasi dan pembaruan data terkini tentang kondisi sekolah yang sebenarnya. Kemudian, setelah seluruh data terisi dengan kondisi sekolah yang sebenarnya, harus segera dilaporkan ke Dinas Pendidikan paling lambat bulan Maret 2019,” kata Bupati Landak, dr Karolin Margret Natasa, Kamis (21/2/2019).

Apabila lewat dari batas waktu yang sudah ditentukan, data usulan anggaran tersebut tidak akan diterima. Sehingga baru bisa disampaikan pada tahun berikutnya. “Saya ingatkan, kepala sekolah untuk tidak terlambat dalam menyampaikan laporan update data, agar bisa masuk dalam usulan, untuk anggaran dari pemerintah pusat. Karena jujur saja, kalau mengandalkan APBD Kabupaten Landak, tidak akan cukup anggarannya,” tuturnya.

Dalam sosialisasi yang dihadiri para Kepala Sekolah dan operator sekolah se-Kabupaten Landak tersebut, ada sejumlah kendala yang dihadapi sekolah dalam pengisian data. Menyikapinya, Bupati Karolin meminta, kepala sekolah maupun operator, memanfaatkan kesempatan untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi yang belum diketahui. Khususnya mengenai mekanisme memasukkan data, saat mengikuti sosialisasi.

“Ceritakan masalahnya, diskusi, cari solusi bersama dan tentu saja data itu harus benar-benar valid. Misalnya ada sekolah yang kelihatan masih berdiri kokoh, tapi kondisinya sudah lapuk,” ujar Karolin.

Dibagian lain, Karolin, meminta kepala sekolah untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik. Masa depan generasi penerus Kabupaten Landak, ada di tangan para pendidik. “Jadi tolong, walaupun mereka tinggal dan sekolah di kampung, didik mereka dengan sungguh-sungguh. Meskipun mereka kelak tetap menjadi petani, tapi setidaknya mereka menjadi petani yang mampu berfikir cerdas dan berwawasan luas,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...